T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

TERIMA KASIH RSIJPK1, dr.H. DENNY P MACHMUD,SpTHT

Jum’at 1 April 2016 menjadi moment perpisahan dengan pimpinan RS Islam Jakarta Pondok Kopi 1 periode 2013 – 2017 , dr. H. Denny P Machmud, SpTHT yang meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama RS Islam Jakarta Pondok Kopi karena faktor kesehatan.   

Dalam dua periode jabatan sebagai RSIJPK 1 beliau dikenal sebagai dirut yang dekat dengan pegawai dan komitmen kepada aktifitas kemanusiaan serta mutu pelayanan. Bersama membangun RS Islam Jakarta Pondok Kopi dalam kebersamaan , kekeluargaan untuk kemajuan pelayanan menuju pelayanan yang professional dan islami, mengimplementasikan standar pelayanan berdasarkan akreditasi dengan sertifikasi PARIPURNA.

Serah terima jabatan dan pelantikan dr.Slamet Budiarto,MHkes sebagai Direktur Utama merangkap direktur pelayanan klinik dilakukan oleh Badan Pengurus RS Islam Jakarta Pondok Kopi  Prof. Tsafiq A Mugni dihadiri oleh  MPKU PP Muhammadiyah , bpk . Agus Tafiqurahman serta para undangan , direksi aliansi RS Islam Jakarta dan para pejabat di RS Islam Jakarta Pondok Kopi .

Kepada pimpinan baru di RS Islam Jakarta Pondok Kopi , Badan pengurus mengharapkan adanya peningkatan kinerja ,  efesiensi dan pengendalian biaya di era JKN . Lebih jauh pimpinan MPKU memesankan kepada setiap amal usaha muhammadiyah mampu menelurkan layanan kesehatan baru sebagaimana program MPKU PP Muhammadiyah untuk mendirikan 1000 layanan kesehatan baru di Indonesia .  

Terima kasih dr. Denny P Machmud, SpTHT semoga Allah selalu memberikan nikmat sehat dan iman. Dan kepada RSIJPK 1 baru dr. Slamet Budiarto, MHkes , selamat  bekerja Sukses selalu RS Islam Jakarta Pondok Kopi.      

- See more at: http://rumahsakitislam.com/news/202.html#sthash.psuTPFQd.dpuf

APA & BAGAIMANA SHOLAT GERHANA

Secara ilmu pengetahuan Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana merupakan salah satu peristiwa alam yang menarik untuk diamati. Islam mengajarkan bahwa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah peristiwa Astronomi yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah .

Gerhana Matahari terjadi ketika sebagian atau keseluruhan Bumi masuk dalam bayang-bayang Bulan, atau Gerhana Bulan saat sebagian atau keseluruhan Bulan masuk dalam bayang-bayang Bumi. Pada saat terjadi Gerhana Matahari, piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan, sehingga bayang-bayang Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Inilah yang menyebabkan di siang hari langit menjadi gelap seperti halnya pada malam hari.

Hal yang menarik adalah besar piringan Matahari dan Bulan terlihat dari Bumi hampir sama, padahal keadaan yang sesungguhnya Matahari jauh lebih besar daripada Bulan. Diameter Matahari juga sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter Bulan. Demikian ini karena jarak Matahari ke Bumi lebih jauh daripada jarak Bulan ke Bumi, lebih tepatnya jarak Matahari ke Bumi sekitar 400 kali lebih jauh daripada Bulan ke Bumi. Hal inilah yang membuat diameter piringan Matahari dan Bulan yang tampak dari Bumi hampir sama besar yaitu setengah derajat.

Gerhana matahari akan terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Indonesia menjadi salah satu negara yang akan terlewati oleh gerhana matahari, bebrapa kota yang akan terlewati gerhana matahari total, seperti Palembang, Bangka Belitung, Palangkaraya,  Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate dan Halmahera. Selain kota-kota tesebut akan mengalami gerhana matahari sebagian dengan totalitas gerhana antara 70-90%. Apa yang harus kita lakukan pada saat terjadi gerhana? Ajaran Islam memberikan tuntunan untuk melakukan sholat dan berzikir kepada ALLAH SWT . 

Dari ‘Aisyah (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah terjadi gerhana matahari lalu Rasulullah saw memerintahkan seseorang menyerukan ash-shalata jami‘ah . Kemudian orang-orang berkumpul, lalu Rasulullah saw shalat mengimami mereka. Beliau bertakbir ...., kemudian membaca tasyahhud, kemudian mengucapkan salam. Sesudah itu beliau berdiri di hadapan jamaah, lalu bertahmid dan memuji Allah, kemudian berkata: Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Maka apabila yang mana pun atau salah satunya mengalami gerhana, maka segeralah kembali kepada Allah dengan zikir melalui shalat[HR. an-Nasai]. 

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi saw, (diriwayatkan) bahwa ia berkata: Pernah terjadi gerhana matahari pada masa hidup Nabi saw. Lalu beliau keluar ke mesjid, kemudian berdiri dan bertakbir dan orang banyak berdiri bershaf-shaf di belakang beliau. Rasulullah saw membaca (al-Fatihah dan surat) yang panjang, kemudian bertakbir, lalu rukuk yang lama, kemudian mengangkat kepalanya sambil mengucapkan “sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd”, lalu berdiri lurus dan membaca (al-Fatihah dan surat)yang panjang, tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian bertakbir lalu rukuk yang lama, namun lebih pendek dari rukuk pertama, kemudian mengucapkan “sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd”,kemudian beliau sujud. Sesudah itu pada rakaat terakhir (kedua) beliau melakukan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama, sehingga selesai mengerjakan empat rukuk dan empat sujud. Lalu matahari terang (lepas dari gerhana) sebelum beliau selesai shalat. Kemudian sesudah itu beliau berdiri dan berkhutbah kepada para jamaah di mana beliau mengucapkan pujian kepada Allah sebagaimana layaknya, kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Apabila kamu melihatnya, maka segeralah shalat”. [HR Muslim].

Adapun orang yang dapat mengerjakan shalat gerhana adalah mereka yang mengalami gerhana atau berada di kawasan yang dilintasi gerhana. Orang yang berada di kawasan yang tidak dilintasi gerhana tidak perlu mengerjakan shalat gerhana. Shalat gerhana dilaksanakan secara berjamaah, tanpa adzan dan iqamah. Dilaksanakan dua rakaat, pada setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali. Shalat gerhana boleh dilakukan di tanah lapang ataupun di masjid. Urutan tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

  1. Imam menyerukan ash-shalatu jami‘ah.
  2. Takbiratul-Ihram, lalu membaca surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar.
  3. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama.
  4. Mengangkat kepala dengan membaca “sami‘allahu li man hamidah”,makmum membaca rabbana wa lakal-hamd.
  5. Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surat panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama.
  6. Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama tetapi lebih singkat dari yang pertama.
  7. Bangkit dari rukuk dengan membaca “sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd”.
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud
  11. Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama.
  12. Salam
  13. Setelah shalat, imam berdiri menyampaikan khutbah satu kali yang berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah serta mengajak memperbanyak istighfar, sedekah dan berbagai amal kebajikan.
  1. http://mpi.muhammadiyah.or.id/artikel-panduan-mengamati-dan-shalat-gmt-9-maret-2016-detail-591.htm

http://w.sharethis.com/images/sharethis_16.png");">ShareThis - See more at: http://rumahsakitislam.com/news/162.html#sthash.Yv3m4Unv.dpuf

PIN POLIO UNTUK BUAH HATI

Para Bunda yang baik hati, mulai 8  - 15 Maret 2016 , Kementrian Kesehatan menetapkan sebagai Pekan Imunisasi Nasional untuk Polio . Apakah bunda tahu tentang penyakit polio itu ?  Penyakit polio adalah penyakit yang sangat menular yang menyerang anak balita dan disebabkan oleh virus polio. Virus ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, dan dapat menyerang susunan saraf pusat serta dapat menimbulkan kelumpuhan. Penyakit polio tidak ada obatnya, namun dapat dicegah dengan imunisasi polio. Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti sangat efektif untuk mencegah penyakit polio.

Dimanakah tempat pelaksanaan PIN Polio ? Tempat Pemberian Imunisasi dilaksanakan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes), Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Puskesmas Pembantu (Pustu), klinik swasta dan rumah sakit serta pos pelayanan imunisasi lainnya di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat. Tak terkecuali , RS Islam Jakarta Pondok Kopi juga melaksanakan kegiatan tersebut di bagian klinik anak, nah pada tanggal 11 Maret 2016 akan dilaksanakan secara serentak untuk 100 anak yang datang dan gratis untuk melakukan imunisasi polio .  

Jika bunda khawatir dengan keamanan vaksin , sebenarnya Imunisasi polio oral merupakan imunisasi yang sangat aman. Imunisasi polio telah digunakan pada sekitar 2,5 miliar anak di seluruh dunia. Imunisasi polio ini juga telah menurunkan angka kejadian penyakit polio sekitar 99%. imunisasi ini diberikan secara oral sebanyak 2 tetes ke dalam mulut anak dan terasa manis . Adapun anak yang mendapatkan vaksin tersebut adalah anak Anak sehat berusia 0-59 bulan, perlu mendapat imunisasi polio oral, tanpa memperhatikan imunisasi polio sebelumnya. Bila anak telah mendapat imunisasi polio oral beberapa waktu sebelumnya atau imunisasi polionya sudah lengkap, tetap perlu mendapat imunisasi polio oral.

Bunda, bila anak sedang sakit apakah tetap diberikan imunisasi . Ada baiknya anak di periksa terlebih dahulu oleh dokter  dan dapat diberikan setelah anak sembuh . Anak balita yang imunisasi polio sudah lengkapPERLU dan HARUS mendapat imunisasi polio oral saat PIN Polio. Imunisasi polio akan melindungi usus anak dan mengeluarkan virus polio liar yang mungkin ada dalam usus anak. Virus polio liar yang keluar dari usus akan mati dalam beberapa hari. Bila semua anak mendapat imunisasi polio oral secara bersama di seluruh dunia, maka virus polio akan dapat dihilangkan dari muka bumi.

 Apa manfaat PIN polio bagi anak?

PIN Polio akan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap polio. Selain itu, dengan ikut PIN Polio, orangtua berperan aktif dalam membasmi virus polio. Contoh penyakit infeksi yang telah berhasil dibasmi adalah penyakit cacar pada tahun 1979. Semoga virus polio ini juga dapat dibasmi, sehingga tidak ada lagi anak di seluruh dunia yang lumpuh akibat penyakit polio. 

Sumber : dikutip dari IDAI -  Hartono Gunardi

- See more at: http://rumahsakitislam.com/news/172.html#sthash.PEa9Iclu.dpuf

BAKTI SOSIAL DALAM FAMILY CAMP RESPATI

Kegiatan family camp dan bakti social yang diadakan oleh RESPATI ( Resiman Penggiat Alam Rumah Sakit Islam) . Bekerjasama dengan LAZIS RS Islam Jakarta Pondok Kopi . Bakti social berupa pembagian sembako kepada 100 keluarga miskin sekitar tempat berlangsungnya kegiatan family camp. Adapun tempat kegiatan family camp berlokasi di Situ Gunung Gede Pangrango , Sukabumi Jawa Barat .

RESPATI adalah komunitas pencinta alam dari RS Islam Jakarta Pondok Kopi yang didirikan pada desember 2005. Anggota RESPATI terdiri dari pegawai RS Islam Jakarta Pondok Kopi  yang memiliki hobbi melakukan kegiatan dialam terbuka sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT . Adapun kegiatan yang dilakukan oleh RESPATI anatara lain pendakian , arum jeram , wall climbing, campign ground , dan lain sebagainya . Dengan kegiatan ini di harapkan menjadi sarana bagi para anggota untuk meningkatkan keimanan dan pengembangan diri yang dapat meningkatkan produktifitas dalam bekerja .

 

Subcategories