T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN 

RSIJPK, Jum’at 11 September 2015 , telah terjadi kebakaran di gedung Alfalah lantai 3 yang merupakan ruangan perawatan pasien , secara sigap petugas yang berjaga melakukan penangganan , petugas helm merah mengunakan APAR , petugas helm biru melakukan evakuasi pasien , petugas helm putih melakukan penyelematan dokumen dan petugas helm kuning melakukan penyelematan alat medis , saat itu petugas kemanan bergerak cepat melakukan pemadaman dan menghubungi pihak insiden commander, pemadam kebakaran , team rescue , dan manajemen risiko.

 

Para korban dan pegawai berkumpul di titik kumpul evakuasi A yang berada di halaman parkir. 15 korban kebakaran di identifikasi , korban atau pasien level merah  yang di evakuasi dengan cara vertical rescue  dibawa ke IGD, sedangkan korban dengan level kuning dan hijau dipandu oleh patugas helm biru menuju titik kumpul evakuasi  untuk kemudian di bawa ke IGD. Team blue code memberikan pertolongan kepada pasien dengan henti jantung dan secara sigap melakukan CPR .

Pemadam kebakaran yang datang segera bergabung dengan team penangulangan bencana dari RS Islam Jakarta Pondok kopi guna melakukan penanganan bencana sampai akhirnya api dapat di padamkan dan situasi kembali aman . Demikian tindakan penanggulangan bencana yang menjadi standar dalam manajemen fasilitas dan keselamatan di RS Islam Jakarta Pondok Kopi. 

RS. Islam Jakarta Pondok Kopi melatih dan menyiapkan sumber daya  untuk penanggulangan bencana kebakaran sesuai dg standard operasional prosedur penanggulangan bencana yang sekaligus sebagai kegiatan untuk menguji cobakan sistem  siaga bencana  dengan tujuan  keselamatan . Kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, tidak ada tempat kerja yang dapat dijamin bebas resiko dari bahaya kebakaran. Kebakaran di tempat kerja dapat membawa konsekuensi yang berdampak merugikan banyak pihak apalagi bila terjadi di rumah sakit. Dalam  peristiwa semacam  ini  hampir selalu  terjadi,  jumlah  korban  yang memerlukan pertolongan jauh lebih banyak dibanding tenaga penolong yang ada. Karena itu harus disiapkan cara tertentu sehingga pada saat dibutuhkan, tindakan dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Dalam prosedur penanggulangan bencana di rumah sakit, setiap pegawai memiliki kemampuan dasar untuk dapat melakukan ketrampilan mandatory yang meliputi penggunaan Alat Pemadan Api Ringan (APAR) , evakuasi pasien / korban, Bantuan Hidup Dasar , serta cuci tangan dalam pengendalian Infeksi . Simulasi kebakaran dilakukan secara berkala agar dapat melakukan tindakan pertolongan pada saat kejadian bencana.