T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) Atasi Batu Ginjal Tanpa Operasi

Metode pengobatan batu ginjal yaitu ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) yang menggunakan gelombang sebagai medianya, merupakan pengobatan yang bisa dilakukan tanpa adanya operasi. Prosedur ini banyak dipilih terutama oleh orang yang takut naik meja operasi.

 

Memang terapi ini dilakukan tanpa adanya pembedahan, sehingga untuk sebagian orang langkah ini adalah yang paling tepat dan cocok. Apalagi dengan berbagai kondisi kebiasaan hidup yang banyak dilakukan saat ini meningkatkan risiko seseorang untuk terkena masalah kesehatan batu ginjal.

 

Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital, sehingga ketika ada masalah tentunya juga berbahaya untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Maka melakukan tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), ketika sudah mulai muncul batu ginjal di tubuh Anda adalah sebuah langkah yang tepat dan sangat dianjurkan.

 

Mengalami batu ginjal tentu bukan hal yang nyaman, tetapi prosedur penanganan yang menggunakan langkah pembedahan membuat sebagian orang khawatir untuk melakukannya. Belum lagi jika ada komplikasi penyakit lain yang membuat proses pembedahan terhambat atau bahkan berisiko tinggi untuk terjadinya masalah kesehatan lainnya.

 

Penggunaan Gelombang Pada Metode ESWL

 

Batu ginjal sendiri sebenarnya adalah senyawa mineral dan garam, yang kemudian berkumpul di dalam ginjal membentuk gumpalan di dalam ginjal. Biasanya akan dilakukan tindakan pembedahan khusus untuk bisa mengeluarkannya dari dalam tubuh. Namun dengan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), maka prosedur pembedahan tersebut tidak perlu dilakukan.

 

Metode ESWL ini menggunakan alat khusus yang akan membantu untuk memberikan pancaran gelombang kejut pada tubuh terutama di sekitar ginjal. Sehingga gelombang ini akan menghancurkan kumpulan senyawa mineral dan garam yang berada di dalam organ tersebut. Batu ginjal tersebut akan dipecah menjadi lebih kecil menggunakan alat ini.

 

Setelah batu ginjal berhasil dihancurkan menjadi pecahan yang lebih kecil-kecil, kemudian materi tersebut akan dikeluarkan bersama dengan urine nantinya. Namun prosedur ini akan efektif jika batu ginjal yang ditemukan ukurannya masih kurang dari 2 cm. Jika diameternya sudah lebih dari 2 cm, maka sebaiknya dilakukan penanganan dengan metode yang lainnya.

 

Ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang bisa dengan mudah terkena batu ginjal adalah asupan cairan yang kurang baik, obesitas, gangguan pada penyerapan air serta kalsium, dan kemungkinan adanya riwayat kesehatan keluarga yang sama. Sehingga Anda harus berhati-hati, agar tidak perlu sampai melakukan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) atau prosedur lainnya.

 

Pantangan Untuk Orang Pasca Batu Ginjal

 

Setelah dilakukan prosedur penanganan batu ginjal, maka ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan. Apalagi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari tentunya ada kebiasaan sehat yang perlu untuk diperhatikan. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak sampai ada masalah dengan batu ginjal lagi setelah proses penanganannya.

 

Coklat dan tomat yang banyak mengandung oxalate akan memperburuk kondisi ginjal jika Anda pernah mengalami batu ginjal. Sehingga sebaiknya dihindari atau setidaknya membatasi jumlah konsumsi makanan tersebut. Begitu juga dengan teh yang harus Anda hindari, karena bisa menimbulkan adanya komplikasi lain dari batu ginjal yang dialami.

 

Tidak hanya teh, Anda juga sebaiknya mengurangi konsumsi kopi. Karena ada zat dalam kopi yang membuat ginjal menjadi bekerja lebih keras dari biasanya. Sehingga menghindari kopi adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan, setelah Anda melakukan prosedur ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk menghilangkah batu ginjal.

 

Memperbaiki kebiasaan hidup menjadi lebih sehat tentuya menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Karena memang penyebab dari berkembangnya penyakit pada ginjal adalah kebiasaan hidup yang kurang sehat. Konsumsi air mineral yang kurang juga bisa menjadi salah satu penyebabnya yang harus diperhatikan dengan baik, agar tidak sampai merugikan Anda nantinya.

 

Jangan sampai Anda terlambat dalam melakukan penanganan pada batu ginjal atau bahkan perkembangannya tidak dirasakan. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan pada tubuh. Apalagi jika Anda sampai harus melakukan prosedur ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) tentu hal ini bukan sesuatu yang baik untuk dijalankan pada tubuh Anda.

Pentingnya Melakukan Endoscopi Terutama di Usia Senja

Endoskopi adalah prosedur untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu. Endoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan untuk menunjang beberapa tindakan medis, seperti operasi dan pengambilan sampel jaringan untuk biopsi

 

Perkembangan beberapa jenis penyakit di dalam tubuh sering kali tidak terlihat dan tidak terasa, maka melakukan pemeriksaan endoscopy sangat diperlukan. Pemeriksaan yang mendalam ini tentu saja menjadi salah satu bantuan pencegahan yang sangat optimal. Apalagi jika Anda melakukannya lebih awal untuk mendeteksi adanya perkembangan penyakit.

 

Tentu saja prosedur ini harus dilakukan oleh dokter yang memang sudah ahli di bidangnya. Berbagai macam organ bisa diperiksa menggunakan alat khusus ini. Semakin awal Anda melakukan pemeriksaan ini maka semakin besar kemungkinan untuk sembuh, apalagi untuk beberapa jenis penyakit yang berbahaya.

 

Melakukan pemeriksaan endoscopy bisa dilakukan di berbagai rumah sakit, terutama yang memang sudah besar dan memiliki alat lengkap. Sehingga Anda bisa langsung datang ke sana untuk meminta melakukan proses pemeriksaan. Dengan begitu, Anda bisa melakukan skrining secara lebih akurat terkait perkembangan penyakit yang mungkin terjadi di dalam tubuh.

 

Ada berbagai alasan yang memang perlu Anda pertimbangkan dengan baik, mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan mendalam menggunakan alat ini. Tentunya untuk mencegah perkembangan dari berbagai penyakit dan mencari pengobatan atau penanganan yang tepat, untuk penyakit yang sedang berkembang di dalam tubuh Anda sedini mungkin.

 

Berkenalan dengan Pemeriksaan Endoscopy

 

Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat khusus yang dimasukkan ke dalam organ tubuh, sehingga dokter atau tenaga ahli bisa melihat secara jelas kondisi dari organ tubuh yang ingin diperiksa. Beberapa organ yang biasanya dilakukan pemeriksaan ini adalah saluran kemih, pencernaan, pernapasan, hingga rahim. Tentunya dengan alat ini proses pemeriksaan menjadi lebih jelas.

 

Ada berbagai jenis pemeriksaan endoscopy yang dibedakan berdasarkan keluhan atau organ yang ingin diperiksa. Misalnya saja artroskopi untuk memeriksa masalah sendi, kolposkopi untuk usus besar, gatroskopi untuk saluran pencernaan, atau ERCP untuk pankreas dan empedu. Masing-masing memiliki prosedurnya sendiri untuk melakukan proses pemeriksaan.

 

Alat untuk melakukan pemeriksaan ini dinamakan endoskop yang seperti selang, lentur, dan sudah dilengkapi dengan senter dan kamera. Alat ini langsung dimasukkan ke dalam tubuh untuk mengambil gambar dari organ yang ingin diperiksa kondisinya. Tentu saja alat ini sudah pasti aman digunakan oleh tenaga ahli yang melakukan proses pemeriksaan pada tubuh Anda.

 

Anda tidak perlu khawatir karena proses ini tidak menimbulkan rasa sakit. Meskipun memang untuk sebagian jenis endoscopy harus melakukan anastesi terlebih dahulu demi keamanan. Prosedur ini juga bisa dilakukan hanya dalam waktu sekitar 15-16 menit, tidak terlalu lama untuk mengetahui kondisi organ yang sudah ditentukan sebelumnya untuk dilakukan pemeriksaan.

 

Perlu Dilakukan Endoscopy Sebelum 50 Tahun

 

Semakin bertambah usia seseorang tentunya kondisi tubuh juga semakin menurun. Maka ada banyak perkembangan penyakit yang bisa terjadi pada tubuh selama usia senja. Tentunya hal ini terkadang tidak disadari oleh Anda, karena merasa hal tersebut adalah sesuatu yang biasa terjadi karena bertambahnya usia.

 

Maka dokter menyarankan untuk melakukan endoscopy untuk orang yang sudah mulai memasuki usia 50 tahun, terutama untuk saluran pencernaannya. Hal ini tentunya penting dilakukan sebagai skrining untuk adanya masalah kesehatan pada bagian saluran pencernaan tersebut di usia senja. Tentu saja jangan sampai Anda menyepelekan setiap gejalanya.

 

Proses pemeriksaan juga bisa dilakukan untuk organ yang lain jika memang ada keluhan yang dirasakan. Dengan begitu, tindakan yang diambil tentunya bisa tepat karena disesuaikan dengan kondisi tubuh Anda masing-masing. Kesalahan dalam penanganan bisa diminimalisasi sebaik mungkin menggunakan alat ini sebagai proses deteksinya.

 

Di Jepang, pemeriksaan menggunakan alat khusus ini menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Hal tersebut dikarenakan adanya angka kejadian kanker kolon yang cukup tinggi, sehingga harus ada penanganan sejak dini untuk meminimalisasi adanya risiko yang lebih besar. Karena tidak diketahui sejak awal perkembangan masalah pencernaan tersebut. Maka Anda juga bisa melakukannya untuk mencegah kondisi yang parah pada tubuh.

 

Banyak dokter yang mengatakan bahwa dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini, maka pengobatan juga bisa menjadi lebih cepat dan efektif. Dokter juga bisa langsung melihat apa yang terjadi dalam organ tubuh pasiennya melalui endoscopy, serta memutuskan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah pada organ tersebut.

whatsapp-png-image-9

Prosedur Pemeriksaan MSCT (Multislice Computed Tomography) Serta Kegunaannya

MSCT (Multislice Computed Tomography) hampir sama dengan CT Scan yang berguna untuk mengetahui informasi kesehatan pasien. Metode pemeriksaan ini memiliki informasi dengan tingkat akurasi sangat tinggi, terlebih pada organ tubuh manusia yang bergerak, seperti jantung.

Pemeriksaan menggunakan metode ini dapat dijalankan dengan sangat cepat dan menyediakan gambaran diagnosis yang lebih baik. Hasil dari pemeriksaan ini berupa gambar dengan resolusi sangat tinggi sehingga terlihat jelas dan akurat. Banyak kelainan ataupun gangguan pada organ tubuh yang dapat dideteksi dengan menggunakan alat ini.

Tindakan pemeriksaan menggunakan alat ini terhitung sangat canggih. Tingkat sensitivitas alat sangat tinggi terhadap organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, telinga, tulang, dan lain sebagainya. Dengan begitu, segala penyakit pada organ tersebut dapat dengan mudah diketahui.

Kegunaan MSCT (Multislice Computed Tomography)

Pemeriksaan dengan metode ini memiliki kegunaan untuk pemeriksaan organ penting pada tubuh manusia. Organ-organ tersebut adalah:

  • Perut dan Panggul

Tim medis dengan mudah mengetahui kelainan ataupun penyakit yang berada di perut dan panggul, termasuk terjadinya infeksi ataupun mengetahui penyebab rasa sakit yang diamali oleh pasien.

  • Kepala

Bagian kepala manusia dapat diperiksa dengan menggunakan alat ini. Dengan begitu, diagnosis berupa kelainan akibat cedera ataupun indikasi tumor dan kanker dapat ditampilkan dengan jelas. Selain itu, alat ini mampu mendeteksi stroke yang menyerang pasien.

  • Bagian Usus

Banyak sekali jenis-jenis penyakit yang berada di usus, seperti polip usus, infeksi usus, dan kanker usus. MSCT (Multislice Computed Tomography) dapat dengan mudah mengetahui penyakit tersebut.

  • Organ Paru-Paru

Penyakit paru-paru berupa kelainan pada organ pernafasan, kanker, dan nodul pada paru-paru merupakan penyakit yang berbahaya. Untuk mengetahui penyebab penyakit tersebut, tim medis bisa melakukan pemeriksaan dengan alat ini.

  • Jantung

Jika terserang penyakit jantung, kesehatan seseorang akan menurun sangat drastis. Untuk mengetahui plak pada pembuluh darah tidak cukup dengan cek darah saja, tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan MRCT.

  • Arteri coroner

MSCT (Multislice Computed Tomography) dapat mendeteksi kelainan pada arteri coroner, seperti mendiagnosis penumpukan kalsium atau plak. Jika sudah terdeteksi dengan jelas, tim medis dapat melakukan tindakan paling tepat.

Prosedur MSCT (Multislice Computed Tomography)

Untuk melakukan pemeriksaan menggunakan alat ini maka pasien harus melakukan beberapa persiapan. Tim medis akan mengarahkan dan mendampingi pasien selama pemeriksaan sehingga memudahkan pemindaian penyakit dengan menggunakan alat ini. Misalnya ingin melakukan pemeriksaan jantung maka tubuh anda harus dalam kondisi sehat.

Hal terpenting sebelum pemeriksaan menggunakan alat ini ialah memastikan bahwa denyut jantung kurang dari tujuh puluh kali per menit. Jadi, pemeriksaan dan juga pembacaan hasil pemeriksaan bisa dilakukan dengan semaksimal mungkin. Ada beberapa kondisi tertentu ketika pasien perlu diberikan beta-blocker sebelum melakukan pemeriksaan.

Prosedur pemeriksaan menggunakan alat ini terbilang singkat. Area pemindahan juga sangat luas sehingga dapat mengumpulkan informasi kesehatan jantung hanya dalam hitungan detik saja. Akan tetapi, pemeriksaan menggunakan MSCT (Multislice Computed Tomography) juga memiliki efek sampi, yaitu berkaitan dengan radiasi yang perlu ditinjau kembali.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pemeriksaan, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi medis dan juga riwayat kesehatan anda. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan dampak yang diakibatkan ataupun komplikasi yang mungkin muncul akibat pemeriksaan menggunakan alat ini.

Pasien akan diminta oleh dokter untuk berpuasa sebelum dilakukan pemeriksaan serta berganti pakaian dengan baju khusus yang diberikan oleh petugas. Untuk menjalankan prosedur ini anda diwajibkan untuk melepas seluruh benda yang menempel pada tubuh anda terutama benda-benda logam.

Anda juga perlu memberitahukan kepada dokter jika sedang hamil ataupun memiliki alergi. Alat tersebut merupakan alat canggih sehingga tidak setiap rumah sakit menyediakannya. Alat ini hanya dimiliki oleh beberapa rumah sakit besar saja. Untuk melakukan pemeriksaan dengan alat ini, anda bisa membuat janji dengan dokter spesialis dan mengonsultasikannya.

Pemeriksaan menggunakan prosedur ini memang dirasa lebih baik dibanding dengan CT Scan. Akan tetapi, perlu dilakukan tinjauan lebih dalam agar dapat meminimalkan dampak negatif menggunakan alat MSCT (Multislice Computed Tomography).

Pernah Vaksin Influenza? Inilah Manfaat dan Efek Sampingnya!

Vaksin Influenza adalah proteksi terbaik yang bisa Anda pilih untuk menghalau flu, terlebih mendekati musim pancaroba ini. Virus penyebar influenza biasanya lebih banyak menyerang pada musim musim seperti ini. Sayangnya sangat jarang orang melakukan vaksinasi terhadap influenza. Jenis penyakit satu ini dianggap penyakit biasa saja, padahal sebenarnya influenza bisa memicu penyakit berat lainnya.

Perlu diketahui, influenza adalah penyakit yang dipicu oleh infeksi virus secara akut. Penyakit ini menular dan menyerang organ saluran pernafasan penderitanya. Jenis virus influenza ini sendiri terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah subtipe B dan selanjutnya adalah subtipe B. Penyebaran virus satu ini biasanya dilakukan melalui udara atau kontak fisik secara langsung dengan penderita.

Apabila tidak diobati dengan segera, penyakit  influenza ini bisa memicu terjadinya penyakit lain yang lebih berbahaya. Terlebih jika Anda memang memiliki riwayat penyakit tersebut sebelumnya. Contoh penyakit yang berpontensi muncul akibat influenza adalah asma dan infeksi sekunder akibat terjangkit bakteri. Karenanya vaksin influenza penting untuk Anda gunakan.

Jenis Vaksinasi Influenza yang Beredar Saat Ini

Sejauh ini hanya ada dua jenis suntik influenza yang bisa Anda gunakan. Jenis pertama adalah vaksin trivalent. Jenis suntikan satu ini memiliki kandungan satu galur virus penyebab influenza tipe B dan dua galur virus penyebab influenza A seperti H1N1 dan H3N2. Sedangkan jenis vaksinasi lainnya adalah vaksin quadrivalent.

Berbeda dengan tipe pertama, jenis vaksin quadrivalent ini memiliki masing-masing dua galur virus A dan virus B penyebab influenza. Ada perbedaan lain dari kedua jenis vaksin influenza ini. Jenis yang pertama mengandung dosis yang standar atau IIV3. Vaksin jenis ini juga diproduksi melalui penanaman virus pada telur. Biasanya proses vaksinasi menggunakan sistem injeksi.

Jenis trivalent biasanya diberikan pada usia 18 hingga 64 tahun. Sedangkan untuk jenis quadrivalent,  biasanya diberikan kepada penderita flu pada kelompok usia tertentu saja. Jenis vaksin satu ini juga tidak disuntikkan ke bagian otot melainkan pada bagian epidermis kulit. Biasanya jenis vaksin satu ini diberikan juga pada anak usia 4 tahun atau lebih.

Cara Kerja Vaksin Influenza

Vaksinasi influenza yang telah dimasukkan ke dalam tubuh bekerja sebagaimana jenis vaksin pada umumnya. Mereka biasanya akan membentuk antibodi yang kuat di dalam tubuh orang yang sudah mengkonsumsinya. Tujuannya tentu saja untuk melawan virus influenza yang ada di dalam tubuh orang itu sendiri.

Biasanya dibutuhkan waktu sekitar dua minggu, hingga jenis vaksin influenza dapat menciptakan antibodi yang kuat pada tubuh seseorang. Kemudian perlahan virus influenza yang ada di dalam tubuh orang tersebut akan mati. Namun kedepannya antibodi yang tercipta akan membuat penderita jauh lebih kebal terhadap virus influenza.

Rekomendasi Pengguna Suntik Influenza

Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk melakukan suntik influenza sebelum musim penghujan datang. Biasanya penyakit influenza lebih mewabah pada bulan bulan tersebut.Seperti misalnya di Eropa, Musim dingin biasanya terjadi pada bulan Desember hingga Februari. Untuk mengantisipasi hal ini, Biasanya pemerintah setempat menghimbau penggunaan suntik influenza sejak bulan Oktober atau November.

Berdasarkan anjuran dari WHO, ada beberapa golongan orang yang direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi influenza. Pertama adalah golongan anak yang berada di usia 6 bulan hingga berusia 5 tahun, para lansia dengan usia lebih dari 65 tahun, dan ibu hamil. Vaksin influenza ini juga direkomendasikan untuk mereka yang menderita penyakit berat atau pekerja medis dengan kategori tertentu.

Efek Samping dari Vaksinasi Influenza

Setiap jenis vaksin pasti memiliki efek samping untuk penggunanya. Begitu juga dengan vaksinasi influenza ini. Diketahui ada beberapa dampak dari penggunaan suntik influenza terhadap penggunanya. Biasanya penerima vaksin akan merasa sakit pada titik vaksin tersebut. Hal ini biasnya juga disertai dengan demam dan rasa mual. Pada beberapa penerima ada juga yang merasakan sesak dan disertai suara serak setelah mendapatkan vaksinasi.

Bagi penderita gangguan tertentu, biasanya jenis vaksinasi satu ini membuat mereka mengalami jantung berdebar dan sakit otot. Tapi tentunya manfaat yang bisa Anda dapatkan jauh lebih besar dibanding dampaknya ini. Untuk hasil maksimal, pastikan untuk melakukan vaksin influenza ini di dokter ahli.