T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Kenali Gejala dan Penyebab Kanker Otak

kanker-otak

Jenis kanker memang sangat banyak sebab kanker bisa menjalar dan menginfeksi semua bagian tubuh. Jenis kanker yang sangat berbahaya dan mematikan salah satunya kanker otak. Kanker yang satu ini sudah banyak kasus memakan korban. Artinya kanker ini mematikan penderitanya sebab terkadang sulit untuk dideteksi sejak awal gejalanya. Pada stadium lanjutan atau kondisi yang lebih parah barulah diketahui gejala tersebut.

Semua jenis kanker memang memiliki ciri khas seperti itu, artinya sesuai dengan julukan kanker yang silen killer atau diam-diam mematikan. Dalam hal ini salah satu solusinya adalah melakukan pencegahan dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian. Dengan begitu maka permasalahan kanker akan bisa diatasi dengan sangat mudah sekali.

Gejala Kanker Otak

Kanker otak merupakan salah satu jenis kanker yang sangat ganas sekali. Kanker otak ini bisa menyebar dengan sangat cepat ke bagian lainnya seperti ke tulang belakang. Tumor otak ini merupakan pertumbuhan sel-sel otak yang abnormal dan tidak terkendali. Pada bagian otak ini sel-sel kanker bisa tumbuh darti sel yang menyusun jaringan otak, pelindung otak, saraf tulang belakang dan saraf penghubung ke otak.

Ada kategori tumor otak primer dan sekunder. Bedanya yaitu kalau tumor otak primer hanya menyerang otak saja, sedangkan sekunder berkembang ke bagian lainnya. Lalu apa saja gejala dari kanker otak? Berikut ini penjelasannya!

  • Muntah-muntah
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan berbicara dan berjalan
  • Sering mengantuk berlebihan padahal waktu tidur terpenuhi
  • Kelelahn berlebihan
  • Kesulitan saat bergerak
  • Kejang-kejang
  • Dimensia
  • Gangguan kesadaran
  • Demam
  • Berat badan menurun drastis
  • Vertigo
  • Kebutaan dan lainnya

Faktor Penyebab Kanker Otak

Risiko kanker otak bisa meningkat secara drastis dengan adanya beberapa masalah kesehatan lainnya. Apa saja faktor yang bisa meningkatkan timbulnya kanker otak secara drastis? Perhatikan beberapa hal berikut ini!

 

Kanker Otak Primer

 

  • Sindrom von Hippel-Lindau.
  • Sindrom Gorlin.
  • Sklerosis Tuberose.
  • Sindrom kanker Li-Fraumeni.
  • Sindrom Turcot.

 

Faktor Risiko Kanker Otak

 

  • Kebiasaan merokok
  • Terpapar racun dari daerah tempat tinggal atau lingkungan
  • Adanya infeksi virus HIV
  • Radioterapi
  • Faktor keturunan

 

Pada dasarnya kanker otak ini seperti halnya gangguan kesehatn lainnya yang bisa dicegah dengan kebiasaan atau pola hidup sehat yang lebih baik untuk setiap harinya. Dengan begitu maka kanker otak akan menjauh dari Anda sehingga kesehatan tubuh tidak mengalami gangguan yang berbahaya. Kanker otak memang sangat mematikan, namun bukan berarti tidak bisa dicegah. Semua kanker bis dicegah dengan mudah asalkan menerapkan pola hidup sehat.

 

Sederhana saja namun seringkali banyak yang tidak menyadari pentingnya semua itu. Mulai saja dari hal terkecil semisal kebiasaan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi tinggi dan biasakan untuk senatiasa melakukan olahraga secara rutin untuk meningkatkan imun tubuh sehingga bisa menangkal kanker dengan lebih baik. Ini penting sekali untuk dilakukan dalam upaya untuk mencegah penyebaran kanker otak.

 

Mulai saat ini juga untuk menerapkan pola-pola hidup sehat sebagai salah satu langkah untuk mencegah perkembangan sel-sel kanker yang sangat berbahaya dan sangat ganas. Kanker otak ini sangat mematikan sebab menyerang saraf pusat yang mengendalikan tubuh. Oleh karena itu, waspadai semua gejalanya dengan baik agar tidak terjadi risiko kanker ganas tersebut.

 

Ketahui Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Tepat

[data-gutter="2%"][data-nb="1"]:not(.ckadvancedlayout) [data-width="100"] {width:100%;}[data-gutter="2%"][data-nb="1"].ckadvancedlayout [data-width="100"] {width:100%;}[data-gutter="2%"][data-nb="1"]:not(.ckadvancedlayout) .blockck:not(:first-child) {margin-left:2%;}
  1. Banyak orang yang tidak tahu cara menjaga kesehatan telinga dengan benarPadahal, jika tidak kesehatan dan kebersihan telinga tidak dijaga dengan baikdapat terjadi gangguan pada pendengaran dan keseimbangan.

Merawat kebersihan dan kesehatan telinga penting dilakukan untuk mencegah berbagai masalah pada telinga, seperti infeksi telinga, telinga berdenging, hingga gangguan pendengaran, atau bahkan tuli mendadak.

 

Tak hanya mengganggu pendengaran, masalah pada telinga juga bisa mengganggu keseimbangan tubuh yang muncul berupa vertigo. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan telinga dengan baik agar organ pendengaran dan kesimbangan ini tetap berfungsi dengan baik.

Cara Tepat Menjaga Kesehatan Telinga

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan telinga:

1. Hentikan kebiasaan mengorek telinga

Di liang telinga, adanya kotoran telinga dalam jumlah sedikit sebetulnya adalah hal yang normal. Kotoran telinga ini dibentuk sebagai salah satu cara untuk melindungi liang telinga dari kotoran dan debu.

Namun, kadang bisa terjadi penumpukan kotoran telinga yang membuat telinga terasa gatal atau tersumbat. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan cotton bud, penjepit kertas, atau bahkan jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga. Hati-hati, kebiasaan ini justru bisa melukai telinga dan membuat kotoran telinga masuk lebih dalam.

Sebenarnya, telinga punya cara alami untuk membersihkan kotorannya sendiri. Tapi jika kotoran telinga menumpuk dan membuat telinga Anda terasa tidak nyaman atau pendengaran Anda jadi terganggu, sebaiknya kunjungi dokter THT untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan telinga dengan cara yang aman.

2. Jauhkan telinga dari suara yang terlalu keras

Jika Anda gemar mendengarkan musik menggunakan earphone, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan Jangan menggunakan earphone atau headphone selama 1 jam secara terus menerus. Beri waktu pada telinga untuk beristirahat sekitar 5 menit sebelum mendengarkan musik kembali.

Selain itu, jaga volume suaranya. Hindari mendengarkan musik yang keras dalam jangka waktu lama, karena bisa merusak telinga.

Jika Anda bekerja di lingkungan yang bising, seperti di pabrik atau konstruksi bangunan, maka Anda dianjurkan untuk menggunakan earplug atau sumbat telinga agar terhindar dari gangguan pendengaran.

3. Hindari penggunaan ear candle

Salah satu metode alternatif yang cukup populer di masyarakat untuk membersihkan telinga adalah terapi ear candle.

Namun faktanya, banyak dokter yang tidak menyarankan penggunaan ear candle, karena metode ini tidak terbukti efektif untuk membersihkan telinga dan tidak jelas apa manfaatnya untuk kesehatan telinga.

Bukannya bermanfaat, penggunaan ear candle juga cenderung berbahaya karena bisa menyebabkan cedera pada telinga, seperti terbakar dan tersumbatnya saluran telinga.

4. Menjaga telinga agar tetap kering

Kondisi telinga yang sering basah atau terlalu lembap memungkinkan bakteri dan jamur berkembang biak di dalam telinga. Hal ini akan memicu iritasi dan infeksi pada telinga.

Bila Anda hobi berenang, sebaiknya gunakan penyumbat telinga untuk mencegah air masuk ke dalam telinga. Jika Anda merasa ada air yang masuk ke dalam telinga saat mandi hingga membuat pendengaran menjadi tidak jelas, segera miringkan kepala untuk mengalirkan air keluar.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengeringkan telinga dengan handuk yang bersih dan kering setiap selesai berenang atau mandi.

5. Melakukan pemeriksaan telinga secara rutin

Pemeriksaan telinga ke dokter THT secara rutin juga penting dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga dan mendeteksi bila ada gangguan pada telinga. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan telinga dan fungsi pendengaran Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik pada telinga serta tes pendengaran.

Melalui pemeriksaan secara rutin ke dokter, tanda atau gejala penyakit telinga dapat terdeteksi sejak dini dan tindakan penanganan bisa segera dilakukan.

Jika Anda menyayangi pendengaran Anda, jagalah senantiasa kesehatan telinga dengan baik melalui cara-cara di atas. Jika tidak terdapat keluhan pada telinga atau pendengaran, Anda dapat memeriksakan kesehatan telinga ke dokter THT setiap 3-5 tahun.

Namun jika terdapat keluhan pada telinga, seperti nyeri telinga, keluar cairan atau darah dari telinga, atau pendengaran mendadak terganggu, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter THT agar dapat segera diberikan pengobatan.

Bunda, Begini Cara Mengenali Tanda-Tanda ASI Basi

Berbeda dengan ASI yang diberikan langsung, ASI perah yang disimpan bisa basi lho, Bunda. Lalu, bagaimana kita tahu bahwa ASI sudah basi? Yuk, kenali tanda-tanda ASI basi, agar Bunda tidak salah memberikannya kepada Si Kecil.

ASI adalah sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun, kualitas ASI bisa berkurang dan bahkan ASI bisa rusak bila penyimpanannya tidak tepat atau disimpan terlalu lama. Meminum ASI yang tidak lagi segar atau sudah basi akan membuat Si Kecil berisiko mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, lho, Bunda.

 

ASI yang baru diperah dan disimpan dalam suhu ruangan sebaiknya diminum oleh bayi sebelum 4 jam. Sedangkan ASI yang disimpan di cold packs sebaiknya diminum kurang dari 1 hari, dan jika disimpan di lemari pendingin dengan suhu 4 derajat Celcius sebaiknya tidak diminum lagi setelah 4 hari. Namun jika disimpan di freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih dingin, ASI dapat bertahan hingga 6-12 bulan.

Tanda-Tanda ASI Basi yang Perlu Bunda Perhatikan

Sebelum memberikan ASI kepada Si Kecil, selain memeriksa sudah berapa lama ASI disimpan, Bunda juga perlu memerhatikan dulu ada tidaknya beberapa tanda ASI basi berikut ini:

ASI tidak larut saat botol digoyang-goyang perlahan

ASI perah yang disimpan di suhu ruang atau di dalam kulkas umumnya akan terbagi menjadi dua lapisan. Pada lapisan atas, ASI biasanya berwarna putih kekuningan dengan tekstur kental. Sedangkan di lapisan bawah, ASI berwarna lebih bening dengan tekstur lebih encer.

Hal ini normal karena kandungan lemak ASI lebih ringan dan akan naik ke bagian atas layaknya minyak bercampur dengan air. Nah, pada ASI segar, lapisan ini seharusnya kembali menyatu saat wadah digoyang-goyang perlahan (tidak perlu dikocok). Bila lapisan tidak menyatu, apalagi nampak gumpalan di dalamnya, ASI Bunda mungkin sudah basi.

ASI beraroma tengik atau masam

Aroma ASI mirip seperti aroma susu sapi. Jika sudah disimpan dan dibekukan, aromanya bisa sedikit asam. Ada juga ASI yang beraroma “seperti sabun“. Aroma ini normal karena merupakan tanda pemecahan lemak akibat tingginya kadar enzim lipase.

Yang perlu menjadi perhatian dan merupakan tanda ASI basi adalah bila aromanya berubah menjadi sangat asam, menyengat, dan tengik. ASI perah dengan bau seperti ini sebaiknya jangan diberikan kepada Si Kecil ya, Bunda.

ASI yang terasa seperti susu basi

Selain memerhatikan konsistensi dan aromanya, Bunda juga perlu mencicipinya. ASI yang masih baik terasa manis dan ringan. Ada yang mengatakan rasanya mirip dengan susu sapi, namun terasa lebih encer. Beberapa ASI pun samar-samar memiliki rasa seperti makanan yang Bunda santap sehari-hari.

Nah, bila ASI perah yang Bunda simpan terasa asam atau rasanya seperti makanan basi, sebaiknya dibuang saja ya, Bun. Itu menandakan bahwa ASI perah Bunda sudah basi.

Tips Mencegah ASI Perah Menjadi Basi

Penyebab ASI perah menjadi basi adalah karena ASI perah disimpan terlalu lama atau metode penyimpanannya yang salah. Agar ASI perah tetap segar dan kualitas ASI tetap terjaga, lakukan tips berikut ini dalam menyimpan ASI:

  • ASI sebaiknya disimpan dalam wadah kecil yang masing-masing diberi label tanggal pemerahan. Cara ini mempermudah Bunda untuk mengetahui ASI mana yang harus dikonsumsi Si Kecil terlebih dahulu dan ASI mana yang harus dibuang karena sudah melewati batas waktu penyimpanan.
  • Simpan ASI perah di wadah steril dan tertutup, misalnya botol plastik atau wadah plastik khusus ASI. Hindari menyimpan ASI di wadah berbahan gelas atau kaca karena rentan untuk retak sehingga mempermudah kontaminasi bakteri.
  • Sebisa mungkin simpan ASI pada satu kulkas khusus untuk ASI, dan hindari mencampurnya dengan bahan makanan lain. Jangan terlalu sering membuka dan menutup kulkas, karena dapat mengubah suhu ASI perah yang sedang disimpan.
  • Bunda boleh mencampur ASI perah segar dengan ASI perah yang lebih dulu disimpan di kulkas. Namun, pastikan keduanya diperah pada hari yang sama. Tidak diperbolehkan mencampur ASI yang diperah di hari yang berbeda atau yang tidak bisa dipastikan kebersihannya.

Lakukan penyimpanan ASI dengan benar agar Si Kecil tetap bisa memperoleh ASI yang berkualitas dan aman. Jika ASI sudah menunjukkan tanda-tanda ASI basi seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya jangan diberikan lagi kepada Si Kecil.

Bila Bunda tanpa sengaja memberikan Si Kecil ASI basi, amati kondisinya. Bila ia mengalami keluhan, seperti diare dan muntah, segeralah periksakan ke dokter agar dapat ditangani.

Waspada Demam Berdarah atau DBD

demam-berdarah-dbd

 Demam Berdarah Dengue atau DBD biasa menyerang saat musim penghujan. Terlebih negara kita termasuk negara beriklim tropis yang merupakan tempat hidup favorit bagi nyamuk. Demam ini bisa menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani. Khususnya, anak-anak seringkali menjadi sasaran dari gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit ini. Sebagai orangtua, sebaiknya berusaha mencegah agar anak dan seluruh anggota keluarga agar terhindar dari penyakit ini. Juga perlu bersikap sigap jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala penyakit demam berdarah. Bekali diri Anda dengan informasi seputar penyakit ini agar dapat membantu akibat negatif dari penyakit demam berdarah dengue.


Nyamuk Aedes Aegypti

Wabah demam berdarah yang menarik perhatian dunia pertama kali muncul di Manila pada tahun 1954. Sebagian besar kasus demam berdarah terjadi di negara yang terletak pada daerah tropis dan subtropis. Hal ini tidak mengherankan karena nyamuk suka dengan lingkungan yang hangat untuk hidup.

Nyamuk Aedes aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit Demam Berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk. Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dari orang yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.

Nyamuk demam berdarah ini memiliki siklus hidup yang berbeda dari nyamuk biasa. Nyamuk ini aktif dari pagi sampai sekitar jam 3 sore untuk menghisap darah yang juga berarti dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Maka, berhati-hatilah terhadap gigitan nyamuk pada siang hari dan cegah nyamuk ini menggigit anak yang sedang tidur siang.

Kebiasaan dari nyamuk ini adalah dia senang berada di genangan air bersih dan di daerah yang banyak pohon seperti di taman atau kebun. Genangan air pada pot bunga mungkin menjadi salah satu tempat favorit nyamuk yang dapat terlupakan oleh Anda.

Gejala Demam Berdarah

Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 - 40 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan sakit kepala pada penderita.
  • Demam tanpa disertai batuk-batuk.
  • Sakit perut atau mual.
  • Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
  • Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah.

Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ada 4 tipe dari penyakit Demam Berdarah. Jadi, seseorang yang sudah pernah terkena penyakit demam berdarah, tidak berarti dia tidak akan terkena penyakit ini lagi karena ada 3 tipe lainnya yang dapat menyebabkan DBD juga.

Saat terkena DBD, seseorang akan mengalami 3 fase. Yang pertama adalah fase demam selama 3 hari pertama. Berlanjut pada 3 hari selanjutnya yang merupakan fase kritis. Pada fase ini, demam sudah tidak terjadi, tetapi di fase inilah harus waspada agar tidak terkecoh dengan menganggap sudah sembuh dan tidak diberi pengobatan. Tiga hari selanjutnya adalah fase penyembuhan.

 

Salah satu bahaya dari demam berdarah adalah menganggap demam yang dialami sebagai demam biasa sehingga dianggap ringan dan tidak mendapat perawatan khusus. Apalagi, pada fase kedua, biasanya demam sudah turun sehingga dianggap sudah sembuh.

Pengobatan DBD

Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan Demam Berdarah. Maka, hal yang dapat dilakukan untuk membantu kesembuhan orang yang terkena penyakit ini adalah:

  • Berikan obat penurun panas atau parasetamol.
  • Kompres agar panas tidak terlalu tinggi. Kompres sebaiknya dilakukan dengan air hangat, bukan dengan air dingin atau es. Air dingin dapat menyebabkan penderita menggigil sehingga tubuh menjadi panas.
  • Minum air putih yang banyak. Penderita DBD biasanya akan kekurangan cairan, maka air putih sangat baik untuk mereka. Air putih juga dapat membantu menurunkan panas. Selain air putih, bisa juga berikan cairan oralit untuk membantu penyembuhan.
  • Makanan yang bergizi. Sebenarnya tidak ada pantangan makanan untuk penderita DBD. Berikan makan bergizi agar tubuh menjadi kuat dan dapat melawan virus DBD. Buah-buahan dan sayuran dapat sangat bermanfaat untuk pemulihan.
  • Minum air daun jambu dan angkak dapat membantu menaikkan trombosit.

Perawatan bisa dilakukan di rumah jika kondisi penderita tidak buruk dan diperbolehkan oleh dokter. Tetapi, butuh ketelitian dalam merawatnya. Anda juga harus terus berkonsultasi dengan dokter dan melakukan periksa darah setiap hari untuk mengetahui kondisinya. Dirawat di rumah sakit dapat menjadi pilihan jika Anda merasa hal itu lebih aman karena tindakan medis bisa segara diambil jika kondisi pasien menurun juga dimungkinkan diberikan infus untuk menambah cairan pasien.

Hal-hal yang membahayakan dari penyakit DBD karena infeksi virus ini dapat menyebabkan trombosit darah turun menjadi sangat rendah. Yang kemudian akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kempis, cairan bocor sehingga darah masuk ke rongga-rongga tubuh dan menyebabkan pendarahan pada telinga, hidung, atau kulit yang dapat mengakibatkan kematian.

Pencegahan DBD

Hal yang terbaik adalah mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang terkena DBD. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu:

  • Mencegah perkembangbiakan nyamuk ada di sekitar kita. Anda dapat melakukan gerakan 3M yaitu Menutup tempat penyimpanan air, Menguras bak mandi dan Mengubur barang-barang yang tidak terpakai. Larva nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu, perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang menampung genangan air, khususnya pada musim penghujan dimana tempat-tempat tersebut dapat menjadi genangan dari air hujan yang turun.
  • Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk.
  • Mennggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
  • Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.

Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Maka, tindakan pencegahan dan selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang Anda kasihi dari bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.