T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Juara 1 PERSI AWARD

SPONSKU BERBUSA , HEMAT BERJUTA JUTA , JUARA 1 PERSI AWARD

Perubahan lingkungan dalam dunia perumahsakitan dari waktu ke waktu semakin berkembang dengan pesat khususnya lingkungan eksternal (Kemajuan teknologi, kompetisi regional / global, meningkatnya tuntutan pelayanan customer, dll). Perubahan tersebut harus diimbangi dengan upaya perubahan internal untuk menyesuaikan dengan perkembangan / perubahan lingkungan eksternal tersebut. Ketidak mampuan Rumah Sakit dalam menghadapi perubahan lingkungan dapat membawanya ke dalam situasi cycle of death yang akhirnya berdampak pada memburuknya kinerja serta citra Rumah Sakit tersebut. Salah satu solusi untuk meningkatkan daya saing tersebut, maka sejak tahun 2006, PERSI telah memberikan penghargan pada Rumah Sakit berupa PERSI AWARD. Pada tahun 2006, pemberian penghargaan difokuskan aspek inovasi dengan 8 kategori Sebutan tersebut sesuai dengan lomba serupa ditingkat Asia yang diselenggarakan oleh ASIAN HOSPITAL ASSOCIATION (AHA), yaitu : ASIAN HOSPITAL MANAGEMENT AWARDS (AHMA).  Adapun tujuannya adalah untuk memacu para pengelola Rumah Sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta melakukan inovasi dalam bidang manajemen, produk jasa maupun peralatan/ sarana/ prasarana, Memberikan nuansa baru bagi dunia perumah sakitan di Indonesia, serta meningkatkan daya saing rumah sakit di Indonesia tak lupa juga sebagai media untuk melakukan sharing ide dan pembelajaran diantara para anggota PERSI seluruh rumah sakit di Indonesia.

Rumah sakit Islam Jakarta Pondok Kopi sejak tahun 2013 mengikuti kegiatan tersebut dan bebrapa kali menjadi moninator , namun pada tahun 2015 ini mampu meraih Juara 1 untuk kategori Inovation In Hospital dengan inovasi  “SPONSKU BERBUSA BERJUTA – JUTA”  yang menyisihkan peserta lain dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang "Program happy hour" suatu strategi guna meningkatkan jumlah kunjungan di out patient departement Siloam Hospitals Lippo Cikarang, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Upaya penempatan pasien rawat inap melalui sistem reservasi berbasis teknologi informasi ,  RS. Panti Rapih Yogyakarta "Layanan antar catering diet sebagai revenue centre" inovasi dan strategi rumah sakit untuk menjawab kebutuhan pasien akan pelayanan gizi yang mudah, aman dan sehat , serta  RS Islam Sultan Agung Semarang Modifikasi penyajian makanan dengan karakter kartun pada pasien anak.

SPONSKU BERBUSA HEMAT BERJUTA – JUTA merupakan metode penghematan di unit Gizi untuk pelayanan penyediaan makanan pasien di ruang rawat inap merupakan salah satu upaya dalam proses penyembuhan pasien dan merupakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien. Dalam penyediaan makanan diperlukan beberapa komponen, salah satunya adalah alat hidang yang digunakan. Penggunaan alat hidang yang tidak disposible memberikan keuntungan dalam mendukung program green hospital.

Merujuk pada pengendalian hygiene dan sanitasi pengelolaan makanan khususnya dalam penanganan alat hidang kotor disyaratkan menggunakan deterjen sebagai bahan aktif penghilang sisa makanan terutama yang mengandung minyak (lemak). Sabun yang digunakan Unit Gizi RS Islam Jakarta Pondok Kopi adalah jenis sabun cair, kelebihan sabun cuci cair dalam penggunaan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan jenis krim  karena lebih sulit larut didalam air dan sisa dari sabun bisa menempel dialat hidang dan perlu pembilasan berulang - ulang untuk menghilangkan aroma dan bekas sabun krim. Agar tujuan penggunaan sabun cuci yang efektif dan efisien dapat tercapai, diperlukan adanya standarisasi pengenceran sabun cair dengan air yang tepat dan penggunaan tapas cuci yang tepat.

Kondisi di Unit Gizi saat ini, pengenceran sabun cuci cair dilakukan  oleh petugas pramusaji dengan perkiraan kekentalan sabun hingga menghasilkan busa yang banyak tanpa adanya standar pengenceran yang baku. Jenis tapas yang digunakan adalah tapas biasa (berwarna hijau). Rata-rata dalam 1 bulan Unit Gizi menggunakan 38 pouch sabun cuci (1 pouch = 900ml) untuk memenuhi kebutuhan seluruh pantry. Uji coba sederhana yang dilakukan oleh penulis di pantry An Nasr pada bulan April 2014, dengan mencoba menggunakan tapas spons (warna hijau kuning), didapatkan hasil berkurangnya jumlah penggunaan sabun cuci cair 6 pouch per bulannya. Jika menggunakan standar pengenceran dan jenis tapas yang tepat maka tindakan efisiensi dapat terlaksana. Efisiensi dalam  biaya penyediaan sabun cuci cair tanpa mengurangi kualitas pencucian alat hidang.  Selain itu juga berkurangnya kepekatan limbah deterjen (busa sabun) dan ini tentu saja dapat mendukung program green hospital di RS Islam Jakarta Pondok Kopi.  SEMANGAT TERUS , MAJU BERSAMA RSIJPK.

- See more at: http://rumahsakitislam.com/news/132.html#sthash.L4tgxvZn.dpuf

Sistem Penanggulangan Bencana Kebakaran

PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN 

RSIJPK, Jum’at 11 September 2015 , telah terjadi kebakaran di gedung Alfalah lantai 3 yang merupakan ruangan perawatan pasien , secara sigap petugas yang berjaga melakukan penangganan , petugas helm merah mengunakan APAR , petugas helm biru melakukan evakuasi pasien , petugas helm putih melakukan penyelematan dokumen dan petugas helm kuning melakukan penyelematan alat medis , saat itu petugas kemanan bergerak cepat melakukan pemadaman dan menghubungi pihak insiden commander, pemadam kebakaran , team rescue , dan manajemen risiko.

Read more ...

PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL 2015

GENERASI CINTA SEHAT , SIAP MEMBANGUN NEGERI

Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun 2015, yang bertema “Generasi cinta sehat  siap membangun negeri” . Generasi Cinta Sehat adalah kita semua. Bangsa Indonesia dari berbagai usia, bayi, Balita, anak, remaja, dewasa dan Lansia turut serta dalam pembangunan kesehatan. Oleh karenanya, perlu mengingatkan kembali bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat serta berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional untuk dapat mencapai layanan kesehatan yang kuat” Ujar Menkes dalam acara peringatan HKN.

Prioritas Pembangunan Kesehatan periode 2015 – 2019 melalui Program Indonesia Sehat dengan 3 pilar. Pilar Pertama ialah: Paradigma Sehat dilakukan dengan strategi pengaruh utama kesehatan dalam pembangunan kesehatan, penguatan promotif, preventif dan pemberdayaan masyarakat; Pilar Kedua: Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan pendekatan continuum of care, intervensi berbasis risiko kesehatan dan pilar ketiga: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat, dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional juga dilakukan di kotamadya Jakarta timur yang di pusatkan di Taman Mini Indonesia Indah dengan penyelenggaraan acara sepeda sanatai, senam bersama, pameran produk kesahatan dan rumah sakit. RS Islam Jakarta Pondok Kopi turut berpartisipasi dengan mengikuti pameran dimana stand RS Islam Jakarta Pondok Kopi selain mempromosikan fasilitas dan layanannya juga mengajarkan kepada pengunjung cara cuci tangan yang benar sesuai WHO. Bagi pengunjung yang dapat mencucui tangan dengan benar mendaptkan souvenir berupa handrub .  Pada panggung utama , bersama dengan kepala dinas Kesehatan DKI Jakarta , psikolog dari RS Islam Jakarta Pondok Kopi mengisi talkshow tentang bagaimana menjaga kesehatan bagi anak dan remaja. Semoga Generasi Indonesia Menjadi GENERASI YANG SEHAT, BERIMAN dan BERTAQWA. Amien.

 

SURVEI AKREDITASI RUMAH SAKIT SEMANGAT BERKEMAJUAN RS ISLAM PONDOK KOPI MENUJU PATIENT SAFETY

Pagi yang cerah pada Selasa, 27 Oktober 2015 civitas RS Islam Jakarta Pondok Kopi bersemangat menanti kehadiran surveyor akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit ( KARS ). Jajaran direksi dan tim selamat datang menyambut kehadiran surveyor sejak dari lobby al falaah sampai dengan ruang pertemuan RS Islam Jakarta Pondok Kopi.

Survei Akreditasi yang dilaksanakan pada 27 – 29 Oktober 2015  merupakan komitmen  RS Islam Jakarta Pondok Kopi dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien . Sesuai dengan Undang-undang No.44 Tahun 2009, pasal, 40 ayat 1, menyatakan bahwa, dalam  upaya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala menimal 3 (tiga) tahun sekali. Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Adapun tujuan akreditasi rumah sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang semakin selektif dan berhak mendapatkan pelayanan yang bermutu melalui :

1.   Pemenuhan standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan.

2.   Standar akreditasi sifatnya berupa suatu persyaratan yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi risiko bagi para pasien dan staf rumah sakit.

Sedangkan Tujuan secara khusus diharapkan melalui proses akreditasi rumah sakit dapat :

  1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan
  2. Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas
  3. Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan
  4. Menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien
  5. Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini menetapkan prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.

Surveyor akreditasi dari Komite Akreditasi Rumash Sakit ( KARS) yang datang ke RS Islam Jakarta Pondok Kopi adalah Dr.C.Prabani Setiodrestiono,SpB-KBD sebagai surveyor medis sekaligus coordinator surveyor ,  Dr.Aris Munandar,MMR,MBA selaku surveyor manajemen , dan Anak Agung Sri Agung Adilatri,SKep,Ners,MM sebagai surveyor keperawatan . Agenda survei telah dimulai pada 26 oktober malam bertempat di Hotel Santika Harapan Indah , tim surveyor menjelaskan tentang kode etik dan proses survei yang akan berlangsung pada esok hari .

Survei pada hari pertama dimulai dengan pembukaan dan perkenalan yang dilanjutkan dengan presentasi sirektur utama , dr.H.Denny P MAchmud, SpTHT yang menyampikan tentang profile Rumah sakit Islam Jakarta Pondok Kopi serta program peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang telah di laksanakan di RS Islam Jakarta Pondok Kopi dan pencapainnya. Acara dilanjutkan dengan telaah dokumen dan telusur lingkungan dan kunjungan ke unit kerja .

Pada hari kedua kegiatan survei simulai dengan klarifikasi hasil temuan hari petama yang dilanjutkan dengan telusur Personal serta presentasi dari komite medis tentang clinical pathway dr.H. Mursid Bustami, SpS dan presentasi panitia PMKP  oleh dr.Fitriyanti.

Survei hari ketiga dimulai kembali dengan klarifikasi temuanhari kedua dilanjutkan denga wawancara pimpinan dengan tim surveyor dan dilanjutkan telusur personal . Pada akhir acara para surveyor memberikan edukasi dan kesimpulan dari kegiatan survei yang dilakukan selama 3 hari tersebut . Beberapa rekomendasi diberikan dan menjadikan bahan perbaikan yang sangat berarti . Adapun hasil dari survei tersebut masih menunggu waktu dan akan disampiakan oleh Komite Akreditasi Rumash Sakit pada 2 minggu kedepan. Teruslah maju RS ISLAM JAKARTA PONDOK KOPI .

AKREDITASI DI DADAKU , RSIJPK KEBANGGAANKU

KU YAKIN PELAYANANNYA BERMUTU

 

Subcategories