T  : 021 8630654 Pendaftaran 021-29809001 / 29809002

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Layanan Telemedicine Di RS Islam Jakarta Pondok Kopi

Saat ini kita tengah menghadapi Pandemi Covid-19 dan sesuai himbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19dengan menjaga jarak (phsycal distancing), beraktifitas dari rumah dan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan menjadi sebuah tantangan tersendiri pada kondisi sekarang ini.

RS Islam Jakarta Pondok Kopi didukung oleh tenaga medis profesional dan sistem informasi memberikan kemudahan untuk dapat mengakses layanan kesehatan bagi masyarakat denganmenghadirkan konsultasi dokter secara online atau Telemedicine.

 

telemedicine atau tele konsultasi adalah pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak jauh, dimana memungkinkan pasien berkonsultasidengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Layanan telemedicine meruapkan layanan konsultasi medis secara digital yang memiliki keterbatasan karena dokter tidak secara langsung melakukan pemeriksaan fisik kepada pasien .

 

 

Konsultasi online denga dokter akan membantu pasien mendapatkan informasi mengenai dugaan diagnosis, perawatan atau penanganan pertama pada penyakit mupun kasus cedera, menseleksi antara pasien yang perlu dibawa kerumah sakit dan pasien yang tidak perlu di rawat di rumah sakit akan tetap di rumah, hingga tips dalam meningkatkan kesehatan tubuh.

Saat ini RS Islam Jakarta Pondok Kopi menghadirkan layanan telemedicine dengan dokter sub spesialis , dokter spesialis dan dokter umum yang yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP), dengan hari pelayanna telemedicine Senin sampai dengan Sabtu.

 

Informasi jadwal dokter telemedicine selengkapnya dapat di akses melalui link  http://rumahsakitislam.com/telemedicine/ 

 

Layanan telemedicine dapat di akses untuk pasien yang pernah beribat ke RS Islam Jakarta Pondok Kopi dengan melakukan akses pendaftran melalui Whats App center di nomor 0818 0230 9005 dengan cukup memberikan data nama pasien , nomor kartu berobat serta dokter yang dituju.

Bagi pasien yang baru pertama kali konsultasi dapat melakukan pendaftran via link www.rumahsakitislam.com/daftartelemedicine 

 

Pasien yang sudah waktunya kontrol atau konsultasi secara periodik tetapi tidak dilakukan, bisa berdampak tidak baik bagi kesehatannya karena itu konsultasi online adalah solusinya dan obat dapat dikirim ke rumah.

 

Konsultasi online memberikan kemudahan kepada pasien agar tetap dapat mengetahui kondisi kesehatannya walau berada di rumah melalui Whatsapp dan video call.

 

 

5 LANGKAH MUDAH MENGGUNAKAN TELEMEDICINE

Layanan telemedicine dapat diakses dengan mudah dimasa pandemic covid ini , berikut 5 langkah mudah yang dapat dilakukan untuk dapat mengakses layanan telemedicine :

$1.    Daftar melalui WA di No 0818 0250 9005 selambat lambatnya pada H-1 atau klik link : www.rumahsakitislam.com/daftartelemedicine

$2.    Petugas (Admin) telemedicine akan menginformasikan prosedur layanan dan jadwal konsultasi dengan dokter

$3.    Lakukan pembayaran via transfer dan kirimkan bukti transfer ke Admin melalui WA

$4.    Telekonsultasi dengan dokter sesuai jadwal

$5.    Jika ada obat atau pemeriksaan penunjang akan dihubungi oleh Admin Telemedicine. Obat akan dikirim ke rumah setelah pembayaran.

 

RS Islam Jakarta Pondok Kopi, selalu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memberikan kemudahan untuk Anda mendapatkan akses kesehatan meski tetap berada di rumah, dengan sentuhan jari Anda bisa berkonsultasi online atau telemedice di RS Islam Jakarta Pondok Kopi.

SELAMAT BERKONSULTASI ONLINE ,

#dirumahaja #tetapjagakesehatn #staysafe

Chat-WA

Majelis Tarjih Muhammadiyah Putuskan Shalat Id di Rumah, Berikut Tata Caranya

Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Muhammadiyah berpendapat, apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang persebaran Covid-19 belum mereda, shalat Idul Fitri (Id) dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halalbihalal, dan sebagainya) tidak perlu diselenggarakan. Namun, Majelis Tarjih memutuskan shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan di rumah masing-masing.

“Shalat Idul Fitri ini kan sunah (muakadah). Bagi yang tidak melaksanakan tidak apa-apa. Tapi, bagi yang ingin melaksanakan, silakan di rumah bersama keluarganya,” kata Ketua MTT PP Muhammadiyah Prof Samsul Anwar sebagaimana dikutip Indonesiainside.id, Senin (11/5).

Mengenai pedoman pelaksanaan shalat Idul Fitri di rumah, Prof Samsul menjelaskan, semua tata caranya sama seperti menjalankan shalat Id di lapangan terbuka atau masjid. Yang membedakan, pelaksanaan kali ini dilakukan di rumah.

“Ada imamnya kepala keluarga, jamaah yang juga istri dan anak-anaknya, kemudian ada khotbah. Kalau tidak ada (khotbah), tidak apa-apa. Sunah lain sama, tetap dilakukan,” ujarnya.

Tata cara shalat Id dalam keadaan pandemi Covid-19 ini memang sama seperti biasa. Ada imam sekaligus khatib, kemudian shalat Id 2 rakaat, takbir 7 kali pada rakaat pertama, takbir 5 kali pada rakaat kedua. Kemudian dilanjutkan dengan khotbah singkat dan ditutup dengan doa. Jika tidak ada khotbah, cukup shalat 2 rakaat.

Menjelang pengujung Ramadhan ini, Prof Samsul berpesan kepada masyarakat, khususnya umat Islam, untuk bersama-sama mencegah persebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan dan aturan dari pemerintah. Selain itu, dianjurkan lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Kami mengimbau juga agar membantu masyarakat yang putus pekerjaan dan sulit ekonominya. Termasuk di bulan-bulan biasa harus lebih ditingkatkan sedekahnya,” tuturnya.

Sumber : http://klikmu.co/majelis-tarjih-muhammadiyah-putuskan-shalat-id-di-rumah-berikut-tata-caranya/

6 Syarat Perjalanan Keluar Kota Saat PSBB

JAKARTA -  Sejak pekan lalu , Pemerintah mengeluarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020 mengenai kriteria pembatasan perjalanan orang keluar atau masuk ke wilayah / keluar kota dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum di seluruh Indonesia. Namun perjalanan tersebut dapat dilakukan dengan ketentuan yang harus dipenuhi sebagai syarat perjalanan .

Adapun persyaratan perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta:

1. Menunjukan surat tugas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia yang ditandatangani oleh minimal pejabat setingkat Eselon II.

2. Menunjukan surat tugas bagi pegawai Badan Usaha Milik Negara(BUMN)/Daerah (BUMD), unit pelaksana teknis, satuan kerja, organisasi nonpemerintah, lembaga usaha yang ditandatangani oleh direksi/kepala kantor.

3. Menunjukan hasil negatif covid-19 berdasarkan polymerase chain reaction (PCR) test, rapid test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan / rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan.

4. Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah atau kepala desa setempat.

5. Menunjukan identitas diri,

6. Melaporkan rencana perjalanan (Jadwal keberangkatan, jadwal pada saat berada di daerah penugasan, serta waktu kepulangan).

 

 

DIMANA BISA MELAKUKAN RAPID TEST ?

Bagi yang ingin melakukan rapid test  dapat dilakukan dengan prosedur mandiri ke Rumah Sakit atau Laboratorium klinik yang dapat melakukan pemeriksaan rapid test SARS Cov 2  terutama untuk kebutuhan persyaratan perjalanan dalam masa PSBB .

RS Islam Jakarta Pondok Kopi memiliki laboratorium yang dapat melayani pemeriksaan Rapid test dan PCR Test  .

Pasien dapat datang berobat ke rumah sakit  baik melalui Layanan MCU atau Pemeriksaan Laboratorium Mandiri . Petugas rumah sakit menjelaskan prosedur pemeriksaan rapid test, melakukan komunikasi risiko dan informed consent.

Bila pasien setuju untuk dilakukan pemeriksaan , maka pasien akan di ambil darah sebanyk 1-2 cc dan kemudian akan di pemeriksaan dengan mengunakan alat RAPID TEST SARS Cov 2.

Bila hasil menunjukan NON REAKTIF  maka akan di berikan surat keterangan pemeriksaan namun bila hasil menunjukan REAKTIF maka pasien akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di KLINIK ISPA  yang merupakan posko penangganan COVID19 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut  seperti pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter (sesuai kriteria) selama menunggu hasil PCR. ·

Rapid Test Covid 19

Laboratorium RS Islam Jakarta Pondok Kopi melayani pemeriksaan rapid test Rapid Test atau tes cepat COVID-19 adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

perlu diketahui tes cepat dapat diperuntukkan untuk OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Petugas Kesehatan dapat dilakukan untuk menentukan status kesehatannya karena sangat berisiko tinggi penularan dari pasien covid 19 .

rapid test sebagai pemeriksaan skrining bukanlah untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau Covid-19 sedangkan untuk memastikan  diagnose melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

 

Apa yang dimaksud OTG , ODP dan PDP ?

  • OTG (Orang Tanpa Gejala) – yaitu mereka yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah melakukan kontak erat dengan orang positif COVID-19.

 

  • ODP (Orang Dalam Pemantauan) – yaitu orang yang sedang dipantau karena
  • Orang demam (≥380C), riwayat demam atau pilek/ sakit tenggorokan/ batuk dan
  • dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara/ wilayah dengan penularan lokal atau melakukan kontak erat dengan orang sakit COVID -19 (terkonfirmasi ataupun probabel)

 

  • PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah
  • Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala sakit pernapasan (batuk/ sesak nafas/sakit tenggorokan/ pilek/ pneumonia ringan hingga berat) DAN dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berada di negara atau wilayah dengan penularan lokal
  • Orang dengan demam (≥380C) atau riwayat demam atau ISPA DAN dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah berkontak erat dengan orang sakit COVID -19 (terkonfirmasi ataupun probabel)
  • Orang dengan ISPA berat/ pneumonia berat DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

 

Dalam pemeriksaan rapid test dan PCR terdapat bebrapa perbedaan  baik secara prosedur maupun interpretasi . Beberapa perbedaan mendasar antara rapid test dan PCR (swab test) yang harus kita pahami adalah

Rapid Test

  • Parameter uji: Imunoglobin dalam darah
  • Keluar hasil: Hitungan menit
  • Akurasi: Tidak akurat
  • Sarana uji: Bisa di mana saja

Swab Test

  • Parameter uji: DNA virus corona
  • Keluar hasil: 2-7 hari
  • Akurasi: Sangat akurat
  • Sarana uji: Harus laboratorium BSL 2

 

 

Apa manfaat rapid test dan swab test ?

Keduanya sama-sama digunakan untuk menguji virus corona, nyatanya fungsi rapid test dan swab test sangat berbeda. Rapid test merupakan tes (secara massal) yang berfungsi untuk screening potensi kasus positif virus corona di masyarakat. Sementara, swab test berfungsi sebagai standar diagnostik virus corona yang dianjurkan WHO (World Health Organization).

Bagimana metode dan alat yang digunakan ?

Rapid test mengunakan metode pengujian dilakukan secara massal dengan menggunakan sampel darah. Sampel darah kemudian dicek menggunakan Rapid Test Kit (alat tes darah berbentuk mirip alat tes kehamilan) untuk melihat adanya reaksi antibodi (zat imunoglobulin) yang terbentuk ketika terserang virus

Sedangkan pada swab test (uji kerik), metode pengujian dilakukan dengan menggunakan sampel swab spesimen dari tenggorokan, mulut atau hidung. Setelahnya, akan dilakukan serangkaian tes pada sampel swab tersebut menggunakan metode bernama PCR (Polymerase Chain Reaction). Dengan metode ini, dapat terlihat melihat ada atau tidaknya DNA virus corona pada sampel tersebut.

Waktu test atau lama pengujian sample ?

Lama pengujian rapid test tergolong singkat. Umumnya hasilnya dapat diketahui sekitar 10-15 menit setelah pengujian. Sedangkan pada swab test, lama pengujian memerlukan waktu 2 – 7 hari .

Tingkat Akurasi Hasil Tes ?

Hasil rapid test tergolong kurang  akurat jika dibandingkan dengan swab test yang disebabkan  antibodi tidak langsung terbentuk meski kita telah terinfeksi virus Corona. Pembentukan antibodi butuh waktu setidaknya 7 hari sejak terinfeksi.

Hasil reaktif pada rapid test menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona walupun pada bebrapa kasus di temukan hasil rapid test yang non reaktif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Oleh karena itu jika hasilnya non reaktif/negatif, sebaiknya dilakukan test ulang 7-10 hari setelahnya.

Pasien disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Namun bila hasil rapid test reaktif (+) perlu dilakukan konfirmasi dengan pemeriksaan swab untuk tes PCR guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Selama menunggu hasil PCR, Anda harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari. Kita perlu memahami bahwa hasil reaktif/positif dari rapid test tidak menjadikan seseorang dapat dikatakan menderita COVID-19. 

Jaga kondisi kesehatan dan ikuti anjuran pemerintan untuk tetap melakukan social dan physical distancing serta cuci tangan dan gunakan masker . Bila muncul gejala segera hubungi fasilitas layanan kesehatan atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Unit Laboratorium RS Islam Jakarta Pondok Kopi :

Telp :021-29809000 / 021-8630654   Ext : 2104

Marketing : 021-29809000 / 021-8630654   Ext : 1309

                      Dasir     0812 1810 5711 WA Only         

                  Aditya Arianto  081802824489  WA Only 

Disarikan dari berbagai sumber :

https://www.alodokter.com/kenali-apa-itu-rapid-test-untuk-virus-corona

 

rapid-test-covid-19

 

 

Subcategories