T  : 021- 29809000 , 021 8630654

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

ESWL, Pemecah Batu Ginjal dengan Gelombang Kejut

ESWL (Extracorporeal Shock-Ware Lithotripsy) adalah tembakan batu dari luar tubuh. Batu saluran kemih dapat dipecahkan dengan gelombang kejut tanpa membuat luka dan tanpa dibius. Terapi ini menjadi pilihan masyarakat dan di kenal sebagai tembak batu ginjal. 

Penyakit Ginjal Kronis di dunia saat ini mengalami peningkatan dan menjadi masalah kesehatan serius, hasil penelitian Global Burden of Disease tahun 2010, Penyakit Ginjal Kronis merupakan penyebab kematian peringkat ke 27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan ke-18 pada tahun 2010 dan secara statistic terus meningkat jumlah penderitanya.  Lebih dari 2 juta penduduk di dunia mendapatkan perawatan dengan dialisis atau transplantasi ginjal dan hanya sekitar 10% yang benar-benar mengalami perawatan tersebut. Sepuluh persen penduduk di dunia mengalami Penyakit Ginjal Kronis dan jutaan meninggal setiap tahun karena tidak mempunyai akses untuk pengobatan. Prevalensi Penderita Gagal Ginjal di Indonesia  pada laki-laki (0,3%) lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan (0,2%). Berdasarkan karakteristik umur prevalensi tertinggi pada kategori usia diatas 75 tahun (0,6%), dimana mulai terjadi peningkatan pada usia 35 tahun ke atas. Sedangkan prevalensi Penderita Gagal Ginjal Berdasarkan Pekerjaan di Indonesia pada Penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2004 menunjukkan konsumsi minuman bersoda dan berenergi lebih dari tiga kali perbulan berisiko 25,8 kali mengalami PGK.

Terapi ESWL (Extracorporeal Shock-Wave Lithotripsy) merupakan prosedur pemecahan batu dengan menggunakan gelombang kejut. Prosedur ini dilakukan tanpa membuat luka, tanpa pembiusan dan tanpa rawat inap menjadi pilihan sebagai terapi yang diminati masyarakat karena pasie tidak perlu menjalani operasi. terapi ini dilakukan untuk mengatasi batu saluran kemih. Batu saluran kemih adalah batu yang terletak di ginjal (kidney), saluran ginjal (ureter), kandung kemih (bladder) dan saluran kandung kemih (uretera). Tanda-tanda seseorang mengalami batu saluran kemih adalah, pasien merasakan nyeri pinggang dan pegal di pinggang yang hilang-timbul (kolik) tidak menentu. Selain itu penderita batu saluran kemih mengalami sering buang air kecil di luar batas normal dan mungkin mengalami kencing berdarah. Jika penderita tersebut buang air kecil, ia mungkin merasakan nyeri pada bagian akhirnya. Terkadang penderita batu saluran kemih mengalami mual ataupun muntah. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya lekas periksakan kesehatan ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan penanganan dengan tepat. Batu saluran kemih terbentuk karena adanya endapan dalam kencing yang mengkristal menjadi keras. Hal ini timbul karena kurangnya minum air putih atau hal lain seperti adanya infeksi serta adanya sumbatan saluran kemih.

 

Terapi ESWL Untuk Batu Saluran Kemih

Tidak perlu operasi untuk mengatasi batu saluran kemih, termasuk batu ginjal. Dengan menggunakan terapi ESWL, maka sebagian besar batu saluran kemih dapat dipecahkan tanpa operasi. Terapi ESWL berfungsi untuk sebagian besar kasus, kecuali jika batu tersebut terlalu besar. Dalam proses pemecahan batu biasanya menggunakan alat khusus lithoclast yang membutuhkan bius lokal.

Pada dasarnya ESWL (Extracorporeal Shock-Ware Lithotripsy) adalah tembakan batu dari luar tubuh. Batu saluran kemih dapat dipecahkan dengan gelombang kejut tanpa membuat luka dan tanpa dibius. Selesai melakukanESWL, pasien dapat langsung pulang. Keberhasilan terapi ESWL terhitung cukup tinggi. Namun keberhasilan terapi ESWL memiliki beberapa faktor, misalnya jenis, ukuran, serta lokasi batu saluran kemih. Tetapi secara keseluruhan, angka keberhasilan terapi ESWL dalam menangani batu saluran kemih mencapai 80-100%.

Prosedur Terapi ESWL

Untuk melakukan terapi ESWL, pasien perlu berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter spesialis urologi. Selanjutnya dokter spesialis urologi Anda akan menentukan pemeriksaan yang akan dijalani, misalnya pemeriksaan USGpemeriksaan radiologi, atau uji laboratorium. Selama proses ESWL, pasien pada umumnya akan merasa sedikit sakit. Oleh sebab itu sebelum terapi ini dilakukan, pasien akan diberikan obat pengurang rasa sakit. Terapi ini dilakukan kurang lebih sekitar 30 menit. Tembakan biasanya antara 1000 dan 2000, atau ditentukan oleh dokter ahli urologi. Lama tembakan antara 30 – 60 menit evaluasi pemecahan dapat diketahui langsung (real time) dengan tampilan USG .

Pasien dapat langsung pulang setelah terapi dilakukan. RS Islam Islam Jakarta Pondok Kopi yang  memiliki klinik bedah urologi mengambangkan layanan dengan melengkapi fasilitas ESWL dengan mesin tercangih saat ini yang dilengkapi  USG & C ARM .