T  : 021- 29809000 , 021 8630654

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Klinik Apung 'Said Tuhuleley' di lepas Muhammadiyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah melepas dan melabuhkan beroperasinya klinik apung 'Said Tuhuleley' dari Pantai Mutiara, Jakarta Utara ke perairan Maluku Ambon. Klinik apung 'Said Tuhuleley' ini merupakan upaya Muhammadiyah melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) memberi akses kesehatan bagi masyarakat miskin di pulau terpecil di timur Indonesia. Direktur Utama Lazsimu, Andar Nubowo mengatakan, Klinik Apung ini merupakan klinik pertama yang digagas Lembaga Amil Zakat Nasional Lazismu. Lazismu melalui program Klinik Apung Said Tuhuleley menghadirkan 'floating clinic', Kapal Laut memberi solusi permasalahan di Maluku berkaitan dengan layanan kesehatan. Ini juga merupakan bagian dari penerapan program-program Lazismu di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal). "Kapal ini dilengkapi fasilitas ruang tindakan (medis), ruang pemeriksaan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang selama ini tidak terjangkau di Maluku," katanya. Mengapa Maluku?, ia merujuk berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) 2014, Maluku merupakan propinsi dengan jumlah tenaga kesehatan terendah. Yakni hanya 1% dari total jumlah tenaga kesehatan se-Indonesia. Klinik Apung Said Tuhuleley ini nantinya akan beroperasi untuk memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat pesisir atau pulau-pulau di Maluku.

 

Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari menuturkan, pemilihan nama Said Tuhuleley sebagai nama klinik apung bukan dilakukan secara kebetulan. Menurut Hajriyanto, pemilihan itu dikarenakan Said Tuhuleley dikenal sebagai pejuang kaum marginal.

"Pejuang kaum marginal di lingkungan Muhammadiyah dan merupakan putra Maluku asli, Saparua lebih tepatnya," kata Hajriyanto, Jum'at (17/2).

Ia menerangkan, Said pernah pula mengabdi sebagai Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah, hingga berpulang pada 9 Juni 2015 lalu. Said, lanjut Hajriyanto, gigih menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

Hajriyanto menekankan, kepergian Said Tuhuleley bukan cuma meninggalkan duka bagi masyarakat miskin, melainkan kehilangan seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Maka itu, nama besar Said Tuhuleley dengan bangga telah diabadikan menjadi nama Klinik Apung Said Tuhuleley.

"Muhammadiyah merasa kehilangan kader terbaik yang getol membumikan konsep ‘dakwah sosial’ dalam praktik sehari-hari itu," ujar Hajriyanto.

Adapun peran serta Rumah Sakit Islam jakarta Pondok Kopi di Sana adalah dengan mengirim kan tenaga medisnya. 

IMG-20170224-WA0003           IMG-20170224-WA0004