T  : 021- 29809000 , 021 8630654

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

PICKY EATER PADA ANAK

pickyeatingPicky eater adalah anak yang susah makan atau hanya menyukai makanan jenis tertentu saja. Picky Eating atau hanya mau makanan tertentu merupakan proses normal yang sering terjadi pada balita dan tidak akan berlangsung lama. Kesulitan makan (picky eater) adalah perilaku anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah atau wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan, hingga sampai terserap di pencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu (Judarwanto, 2006).

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan pilih-pilih makan pada anak. Faktor-faktor ini memiliki interaksi yang dinamis satu sama lainnya yaitu Penyakit pada Anakseperti gangguan saluran pencernaan yang bisa dialami yaitu alergi makanan, celiac, reflux, kolik, pancreatic insufficiency, diare, hepatitis, sirosis, sariawan, bibir sumbing, dan sebagainya. Hal ini dapat dijelaskan dengan teori “Gut Brain Axis”, teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut. Faktor PsikologisPengaruh lingkungan terutama orang tua, salah satunya dapat membentuk perilaku makan pada anak. Selain itu, pada tahapan ini anak juga memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi. Mereka tertarik dengan banyak hal dan merasa harus memenuhi rasa ingin tahunya. Interaksi Ibu dan Anak, Interaksi anak dan orang tua dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang terjalin secara intens. Dengan interaksi yang positif antara orang tua dan anak, diharapkan anak dapat membentuk perilaku yang baik. Hubungan keluarga yang baik, yaitu minim konflik, eratnya hubungan antar anggota keluarga, dan membiarkan anaknya menjadi mandiri, menjadi cara yang lebih efektif dalam menangani permasalahan makan daripada dengan memberikan makanan kesukaan sebagai hadiah. Perilaku makan orang tuausai pra-sekolah merupakan masa-masa penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat pada anak. Pada tahapan ini, anak mulai belajar untuk bisa makan sendiri dan mempunya preferensi terhadap makanan yang dikonsumsinya. Pemberian ASI Ekslusif, Berdasarkan penelitian diketahui anak picky eater diberi ASI kurang dari 6 bulan. Perilaku picky eater dibentuk karena anak terlalu dini mengenal makanan. Anak yang menyusu ASI cenderung tidak picky eater karena anak sudah diperkenalkan dengan variasi rasa melalui ASI.

Terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan jika menghadapi anak yang sulit makan :

$1  Menghidangkan menu yang bervariasi. Hal ini dilakukan agar anak bisa memilih makanan yang disukainya sehingga anak tidak jenuh.

$2 Mengurangi kudapan diantara jam makan. Pada anak picky eater, porsi cemilan sebaiknya dikurangi, termasuk pemberian susu. Hal ini dilakukan agar nafsu makan anak tetap terjaga.

$3 Mempercantik tampilan makanan. Kebanyakan anak batita belajar untuk mengenali makanan yang disukai melalui penglihatannya. Anak bisa menolak biskuit karena bentuknya tidak seperti yang lainnya.

$4 Memperhatikan kondisi psikologis anak. Membuat kondisi psikologis anak menjadi baik dapat meningkatkan nafsu makannya.

$Membiarkan anak makan sendiri. Hal ini dilakukan agar anak dapat bereksplorasi terhadap makanannya, selain itu mengasah kemandirian dan kemampuan motoriknya.

$Tidak mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginannya, karena mungkin saja ketidaksukaannya disebabkan keinginan menentang dominasi orang tua. Menanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah suatu tugas, dengan tidak memuji jika makanan dihabiskan, dan juga tidak memarahi, mengancam, membujuk, menghukum, atau memberi label anak sebagai anak nakal jika makanannya tidak dihabiskan atau tidak mau makan (Tasmin, 2002).

Food rules dalam membina pola makan anak :

$1.Jangan memberikan snack atau susu 1-1,5 jam sebelum waktu makan, dimana susu dibatasi hanya 2-3 gelas sehari.

$2. Penjadwalan makan yang baik dan teratur waktu makan tidak lebih dari 30 menit.

$3. Tidak menawarkan makanan lain selain menu yang disajikan kecuali air.

$4. Sebaiknya duduk di kursi dan tidak bermain ketika makan.

$5. Penyajian dalam porsi kecil dan jangan terlalu sering minum.

$6. Hentikan proses makan bila dalam 10-15 menit anak hanya bermain dan bila mereka marah sambil melempar menu yang disajikan.

$7. Jangan membersihkan mulut anak kecuali bila proses makan telah selesai.

$8. Biasakan anak menyantap makanan sendiri sedini mungkin.

 

Strategi menghadapi anak picky eater:

$1.      Jangan memancing nafsu makan anak dengan junk food atau makanan siap saji.

$2.      Pengasuh atau orang tua hendaknya kreatif dalam menyajikan menu makan anak.

$3.      Porsi makan sebaiknya tidak terlalu banyak.

$4.      Sajikan menu makan baru yang sama 10-20 kali pertemuan.

$5.      Buatlah makanan semenarik mungkin.

$6.      Konsistensi makanan harus disesuaikan dengan yang menyantapnya.

$7.      Tambahkan saus yang anak suka atau keju parut untuk menambah kalori.