T  : 021- 29809000 , 021 8630654

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Bunda, Begini Cara Mengenali Tanda-Tanda ASI Basi

Berbeda dengan ASI yang diberikan langsung, ASI perah yang disimpan bisa basi lho, Bunda. Lalu, bagaimana kita tahu bahwa ASI sudah basi? Yuk, kenali tanda-tanda ASI basi, agar Bunda tidak salah memberikannya kepada Si Kecil.

ASI adalah sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun, kualitas ASI bisa berkurang dan bahkan ASI bisa rusak bila penyimpanannya tidak tepat atau disimpan terlalu lama. Meminum ASI yang tidak lagi segar atau sudah basi akan membuat Si Kecil berisiko mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, lho, Bunda.

 

ASI yang baru diperah dan disimpan dalam suhu ruangan sebaiknya diminum oleh bayi sebelum 4 jam. Sedangkan ASI yang disimpan di cold packs sebaiknya diminum kurang dari 1 hari, dan jika disimpan di lemari pendingin dengan suhu 4 derajat Celcius sebaiknya tidak diminum lagi setelah 4 hari. Namun jika disimpan di freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih dingin, ASI dapat bertahan hingga 6-12 bulan.

Tanda-Tanda ASI Basi yang Perlu Bunda Perhatikan

Sebelum memberikan ASI kepada Si Kecil, selain memeriksa sudah berapa lama ASI disimpan, Bunda juga perlu memerhatikan dulu ada tidaknya beberapa tanda ASI basi berikut ini:

ASI tidak larut saat botol digoyang-goyang perlahan

ASI perah yang disimpan di suhu ruang atau di dalam kulkas umumnya akan terbagi menjadi dua lapisan. Pada lapisan atas, ASI biasanya berwarna putih kekuningan dengan tekstur kental. Sedangkan di lapisan bawah, ASI berwarna lebih bening dengan tekstur lebih encer.

Hal ini normal karena kandungan lemak ASI lebih ringan dan akan naik ke bagian atas layaknya minyak bercampur dengan air. Nah, pada ASI segar, lapisan ini seharusnya kembali menyatu saat wadah digoyang-goyang perlahan (tidak perlu dikocok). Bila lapisan tidak menyatu, apalagi nampak gumpalan di dalamnya, ASI Bunda mungkin sudah basi.

ASI beraroma tengik atau masam

Aroma ASI mirip seperti aroma susu sapi. Jika sudah disimpan dan dibekukan, aromanya bisa sedikit asam. Ada juga ASI yang beraroma “seperti sabun“. Aroma ini normal karena merupakan tanda pemecahan lemak akibat tingginya kadar enzim lipase.

Yang perlu menjadi perhatian dan merupakan tanda ASI basi adalah bila aromanya berubah menjadi sangat asam, menyengat, dan tengik. ASI perah dengan bau seperti ini sebaiknya jangan diberikan kepada Si Kecil ya, Bunda.

ASI yang terasa seperti susu basi

Selain memerhatikan konsistensi dan aromanya, Bunda juga perlu mencicipinya. ASI yang masih baik terasa manis dan ringan. Ada yang mengatakan rasanya mirip dengan susu sapi, namun terasa lebih encer. Beberapa ASI pun samar-samar memiliki rasa seperti makanan yang Bunda santap sehari-hari.

Nah, bila ASI perah yang Bunda simpan terasa asam atau rasanya seperti makanan basi, sebaiknya dibuang saja ya, Bun. Itu menandakan bahwa ASI perah Bunda sudah basi.

Tips Mencegah ASI Perah Menjadi Basi

Penyebab ASI perah menjadi basi adalah karena ASI perah disimpan terlalu lama atau metode penyimpanannya yang salah. Agar ASI perah tetap segar dan kualitas ASI tetap terjaga, lakukan tips berikut ini dalam menyimpan ASI:

  • ASI sebaiknya disimpan dalam wadah kecil yang masing-masing diberi label tanggal pemerahan. Cara ini mempermudah Bunda untuk mengetahui ASI mana yang harus dikonsumsi Si Kecil terlebih dahulu dan ASI mana yang harus dibuang karena sudah melewati batas waktu penyimpanan.
  • Simpan ASI perah di wadah steril dan tertutup, misalnya botol plastik atau wadah plastik khusus ASI. Hindari menyimpan ASI di wadah berbahan gelas atau kaca karena rentan untuk retak sehingga mempermudah kontaminasi bakteri.
  • Sebisa mungkin simpan ASI pada satu kulkas khusus untuk ASI, dan hindari mencampurnya dengan bahan makanan lain. Jangan terlalu sering membuka dan menutup kulkas, karena dapat mengubah suhu ASI perah yang sedang disimpan.
  • Bunda boleh mencampur ASI perah segar dengan ASI perah yang lebih dulu disimpan di kulkas. Namun, pastikan keduanya diperah pada hari yang sama. Tidak diperbolehkan mencampur ASI yang diperah di hari yang berbeda atau yang tidak bisa dipastikan kebersihannya.

Lakukan penyimpanan ASI dengan benar agar Si Kecil tetap bisa memperoleh ASI yang berkualitas dan aman. Jika ASI sudah menunjukkan tanda-tanda ASI basi seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya jangan diberikan lagi kepada Si Kecil.

Bila Bunda tanpa sengaja memberikan Si Kecil ASI basi, amati kondisinya. Bila ia mengalami keluhan, seperti diare dan muntah, segeralah periksakan ke dokter agar dapat ditangani.