T  : 021- 29809000 , 021 8630654

F  : 021 - 8611101 , 021 – 86104256 

E  : rsijpk@rsijpondokkopi.co.id 

Bunda, Begini Cara Mengenali Tanda-Tanda ASI Basi

Berbeda dengan ASI yang diberikan langsung, ASI perah yang disimpan bisa basi lho, Bunda. Lalu, bagaimana kita tahu bahwa ASI sudah basi? Yuk, kenali tanda-tanda ASI basi, agar Bunda tidak salah memberikannya kepada Si Kecil.

ASI adalah sumber nutrisi penting bagi bayi. Namun, kualitas ASI bisa berkurang dan bahkan ASI bisa rusak bila penyimpanannya tidak tepat atau disimpan terlalu lama. Meminum ASI yang tidak lagi segar atau sudah basi akan membuat Si Kecil berisiko mengalami gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, lho, Bunda.

 

ASI yang baru diperah dan disimpan dalam suhu ruangan sebaiknya diminum oleh bayi sebelum 4 jam. Sedangkan ASI yang disimpan di cold packs sebaiknya diminum kurang dari 1 hari, dan jika disimpan di lemari pendingin dengan suhu 4 derajat Celcius sebaiknya tidak diminum lagi setelah 4 hari. Namun jika disimpan di freezer dengan suhu -18 derajat Celcius atau lebih dingin, ASI dapat bertahan hingga 6-12 bulan.

Tanda-Tanda ASI Basi yang Perlu Bunda Perhatikan

Sebelum memberikan ASI kepada Si Kecil, selain memeriksa sudah berapa lama ASI disimpan, Bunda juga perlu memerhatikan dulu ada tidaknya beberapa tanda ASI basi berikut ini:

ASI tidak larut saat botol digoyang-goyang perlahan

ASI perah yang disimpan di suhu ruang atau di dalam kulkas umumnya akan terbagi menjadi dua lapisan. Pada lapisan atas, ASI biasanya berwarna putih kekuningan dengan tekstur kental. Sedangkan di lapisan bawah, ASI berwarna lebih bening dengan tekstur lebih encer.

Hal ini normal karena kandungan lemak ASI lebih ringan dan akan naik ke bagian atas layaknya minyak bercampur dengan air. Nah, pada ASI segar, lapisan ini seharusnya kembali menyatu saat wadah digoyang-goyang perlahan (tidak perlu dikocok). Bila lapisan tidak menyatu, apalagi nampak gumpalan di dalamnya, ASI Bunda mungkin sudah basi.

ASI beraroma tengik atau masam

Aroma ASI mirip seperti aroma susu sapi. Jika sudah disimpan dan dibekukan, aromanya bisa sedikit asam. Ada juga ASI yang beraroma “seperti sabun“. Aroma ini normal karena merupakan tanda pemecahan lemak akibat tingginya kadar enzim lipase.

Yang perlu menjadi perhatian dan merupakan tanda ASI basi adalah bila aromanya berubah menjadi sangat asam, menyengat, dan tengik. ASI perah dengan bau seperti ini sebaiknya jangan diberikan kepada Si Kecil ya, Bunda.

ASI yang terasa seperti susu basi

Selain memerhatikan konsistensi dan aromanya, Bunda juga perlu mencicipinya. ASI yang masih baik terasa manis dan ringan. Ada yang mengatakan rasanya mirip dengan susu sapi, namun terasa lebih encer. Beberapa ASI pun samar-samar memiliki rasa seperti makanan yang Bunda santap sehari-hari.

Nah, bila ASI perah yang Bunda simpan terasa asam atau rasanya seperti makanan basi, sebaiknya dibuang saja ya, Bun. Itu menandakan bahwa ASI perah Bunda sudah basi.

Tips Mencegah ASI Perah Menjadi Basi

Penyebab ASI perah menjadi basi adalah karena ASI perah disimpan terlalu lama atau metode penyimpanannya yang salah. Agar ASI perah tetap segar dan kualitas ASI tetap terjaga, lakukan tips berikut ini dalam menyimpan ASI:

  • ASI sebaiknya disimpan dalam wadah kecil yang masing-masing diberi label tanggal pemerahan. Cara ini mempermudah Bunda untuk mengetahui ASI mana yang harus dikonsumsi Si Kecil terlebih dahulu dan ASI mana yang harus dibuang karena sudah melewati batas waktu penyimpanan.
  • Simpan ASI perah di wadah steril dan tertutup, misalnya botol plastik atau wadah plastik khusus ASI. Hindari menyimpan ASI di wadah berbahan gelas atau kaca karena rentan untuk retak sehingga mempermudah kontaminasi bakteri.
  • Sebisa mungkin simpan ASI pada satu kulkas khusus untuk ASI, dan hindari mencampurnya dengan bahan makanan lain. Jangan terlalu sering membuka dan menutup kulkas, karena dapat mengubah suhu ASI perah yang sedang disimpan.
  • Bunda boleh mencampur ASI perah segar dengan ASI perah yang lebih dulu disimpan di kulkas. Namun, pastikan keduanya diperah pada hari yang sama. Tidak diperbolehkan mencampur ASI yang diperah di hari yang berbeda atau yang tidak bisa dipastikan kebersihannya.

Lakukan penyimpanan ASI dengan benar agar Si Kecil tetap bisa memperoleh ASI yang berkualitas dan aman. Jika ASI sudah menunjukkan tanda-tanda ASI basi seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya jangan diberikan lagi kepada Si Kecil.

Bila Bunda tanpa sengaja memberikan Si Kecil ASI basi, amati kondisinya. Bila ia mengalami keluhan, seperti diare dan muntah, segeralah periksakan ke dokter agar dapat ditangani.

Waspada Demam Berdarah atau DBD

demam-berdarah-dbd

 Demam Berdarah Dengue atau DBD biasa menyerang saat musim penghujan. Terlebih negara kita termasuk negara beriklim tropis yang merupakan tempat hidup favorit bagi nyamuk. Demam ini bisa menjadi penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani. Khususnya, anak-anak seringkali menjadi sasaran dari gigitan nyamuk yang menyebabkan penyakit ini. Sebagai orangtua, sebaiknya berusaha mencegah agar anak dan seluruh anggota keluarga agar terhindar dari penyakit ini. Juga perlu bersikap sigap jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala penyakit demam berdarah. Bekali diri Anda dengan informasi seputar penyakit ini agar dapat membantu akibat negatif dari penyakit demam berdarah dengue.


Nyamuk Aedes Aegypti

Wabah demam berdarah yang menarik perhatian dunia pertama kali muncul di Manila pada tahun 1954. Sebagian besar kasus demam berdarah terjadi di negara yang terletak pada daerah tropis dan subtropis. Hal ini tidak mengherankan karena nyamuk suka dengan lingkungan yang hangat untuk hidup.

Nyamuk Aedes aegypti merupakan pembawa virus dari penyakit Demam Berdarah. Cara penyebarannya melalui nyamuk yang menggigit seseorang yang sudah terinfeksi virus demam berdarah. Virus ini akan terbawa dalam kelenjar ludah si nyamuk. Kemudian nyamuk ini menggigit orang sehat. Bersamaan dengan terhisapnya darah dari orang yang sehat, virus demam berdarah juga berpindah ke orang tersebut dan menyebabkan orang sehat tadi terinfeksi virus demam berdarah.

Nyamuk demam berdarah ini memiliki siklus hidup yang berbeda dari nyamuk biasa. Nyamuk ini aktif dari pagi sampai sekitar jam 3 sore untuk menghisap darah yang juga berarti dapat menyebarkan virus demam berdarah. Sedangkan pada malam hari, nyamuk ini tidur. Maka, berhati-hatilah terhadap gigitan nyamuk pada siang hari dan cegah nyamuk ini menggigit anak yang sedang tidur siang.

Kebiasaan dari nyamuk ini adalah dia senang berada di genangan air bersih dan di daerah yang banyak pohon seperti di taman atau kebun. Genangan air pada pot bunga mungkin menjadi salah satu tempat favorit nyamuk yang dapat terlupakan oleh Anda.

Gejala Demam Berdarah

Seseorang yang terinfeksi virus Demam Berdarah Dengue (DBD), umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Demam tinggi terus menerus. Suhu badan sekitar 39 - 40 derajat Celcius. Hal ini menyebabkan sakit kepala pada penderita.
  • Demam tanpa disertai batuk-batuk.
  • Sakit perut atau mual.
  • Badan terasa pegal atau nyeri pada persendian.
  • Muncul bintik-bintik merah, tetapi hal ini tidak selalu terjadi pada setiap kasus.

Jika ada anggota keluarga Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapat pengobatan. Jangan biarkan demam terlalu lama karena dapat mengakibatkan terlambat untuk ditolong. Untuk lebih pastinya, Anda dapat melakukan cek darah.

Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD)

Ada 4 tipe dari penyakit Demam Berdarah. Jadi, seseorang yang sudah pernah terkena penyakit demam berdarah, tidak berarti dia tidak akan terkena penyakit ini lagi karena ada 3 tipe lainnya yang dapat menyebabkan DBD juga.

Saat terkena DBD, seseorang akan mengalami 3 fase. Yang pertama adalah fase demam selama 3 hari pertama. Berlanjut pada 3 hari selanjutnya yang merupakan fase kritis. Pada fase ini, demam sudah tidak terjadi, tetapi di fase inilah harus waspada agar tidak terkecoh dengan menganggap sudah sembuh dan tidak diberi pengobatan. Tiga hari selanjutnya adalah fase penyembuhan.

 

Salah satu bahaya dari demam berdarah adalah menganggap demam yang dialami sebagai demam biasa sehingga dianggap ringan dan tidak mendapat perawatan khusus. Apalagi, pada fase kedua, biasanya demam sudah turun sehingga dianggap sudah sembuh.

Pengobatan DBD

Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan Demam Berdarah. Maka, hal yang dapat dilakukan untuk membantu kesembuhan orang yang terkena penyakit ini adalah:

  • Berikan obat penurun panas atau parasetamol.
  • Kompres agar panas tidak terlalu tinggi. Kompres sebaiknya dilakukan dengan air hangat, bukan dengan air dingin atau es. Air dingin dapat menyebabkan penderita menggigil sehingga tubuh menjadi panas.
  • Minum air putih yang banyak. Penderita DBD biasanya akan kekurangan cairan, maka air putih sangat baik untuk mereka. Air putih juga dapat membantu menurunkan panas. Selain air putih, bisa juga berikan cairan oralit untuk membantu penyembuhan.
  • Makanan yang bergizi. Sebenarnya tidak ada pantangan makanan untuk penderita DBD. Berikan makan bergizi agar tubuh menjadi kuat dan dapat melawan virus DBD. Buah-buahan dan sayuran dapat sangat bermanfaat untuk pemulihan.
  • Minum air daun jambu dan angkak dapat membantu menaikkan trombosit.

Perawatan bisa dilakukan di rumah jika kondisi penderita tidak buruk dan diperbolehkan oleh dokter. Tetapi, butuh ketelitian dalam merawatnya. Anda juga harus terus berkonsultasi dengan dokter dan melakukan periksa darah setiap hari untuk mengetahui kondisinya. Dirawat di rumah sakit dapat menjadi pilihan jika Anda merasa hal itu lebih aman karena tindakan medis bisa segara diambil jika kondisi pasien menurun juga dimungkinkan diberikan infus untuk menambah cairan pasien.

Hal-hal yang membahayakan dari penyakit DBD karena infeksi virus ini dapat menyebabkan trombosit darah turun menjadi sangat rendah. Yang kemudian akan menyebabkan pembuluh darah menjadi kempis, cairan bocor sehingga darah masuk ke rongga-rongga tubuh dan menyebabkan pendarahan pada telinga, hidung, atau kulit yang dapat mengakibatkan kematian.

Pencegahan DBD

Hal yang terbaik adalah mencegah agar tidak ada anggota keluarga yang terkena DBD. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya yaitu:

  • Mencegah perkembangbiakan nyamuk ada di sekitar kita. Anda dapat melakukan gerakan 3M yaitu Menutup tempat penyimpanan air, Menguras bak mandi dan Mengubur barang-barang yang tidak terpakai. Larva nyamuk akan berkembang di genangan air dalam waktu sekitar seminggu. Untuk itu, perlu dicegah kemungkinan benda-benda yang merupakan tempat berkembangnya larva ini seperti pot bunga, kaleng bekas, ban bekas atau barang lainnya yang menampung genangan air, khususnya pada musim penghujan dimana tempat-tempat tersebut dapat menjadi genangan dari air hujan yang turun.
  • Cegah agar jangan digigit nyamuk, misalnya dengan cara menggunakan lotion atau obat pengusir nyamuk.
  • Mennggunakan bubuk Abate pada selokan dan penampungan air agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
  • Jaga kondisi tetap sehat. Kondisi badan yang kuat, membantu tubuh untuk menangkal virus yang masuk sehingga walau terkena gigitan nyamuk, virus tidak akan berkembang.

Demam Berdarah tidak dapat dianggap sebagai penyakit ringan. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Maka, tindakan pencegahan dan selalu waspada terhadap penyakit ini dapat melindungi orang-orang yang Anda kasihi dari bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.

Ketahui Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Tepat

[data-gutter="2%"][data-nb="1"]:not(.ckadvancedlayout) [data-width="100"] {width:100%;}[data-gutter="2%"][data-nb="1"].ckadvancedlayout [data-width="100"] {width:100%;}[data-gutter="2%"][data-nb="1"]:not(.ckadvancedlayout) .blockck:not(:first-child) {margin-left:2%;}
  1. Banyak orang yang tidak tahu cara menjaga kesehatan telinga dengan benarPadahal, jika tidak kesehatan dan kebersihan telinga tidak dijaga dengan baikdapat terjadi gangguan pada pendengaran dan keseimbangan.

Merawat kebersihan dan kesehatan telinga penting dilakukan untuk mencegah berbagai masalah pada telinga, seperti infeksi telinga, telinga berdenging, hingga gangguan pendengaran, atau bahkan tuli mendadak.

 

Tak hanya mengganggu pendengaran, masalah pada telinga juga bisa mengganggu keseimbangan tubuh yang muncul berupa vertigo. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan telinga dengan baik agar organ pendengaran dan kesimbangan ini tetap berfungsi dengan baik.

Cara Tepat Menjaga Kesehatan Telinga

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan telinga:

1. Hentikan kebiasaan mengorek telinga

Di liang telinga, adanya kotoran telinga dalam jumlah sedikit sebetulnya adalah hal yang normal. Kotoran telinga ini dibentuk sebagai salah satu cara untuk melindungi liang telinga dari kotoran dan debu.

Namun, kadang bisa terjadi penumpukan kotoran telinga yang membuat telinga terasa gatal atau tersumbat. Oleh karena itu, banyak orang menggunakan cotton bud, penjepit kertas, atau bahkan jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga. Hati-hati, kebiasaan ini justru bisa melukai telinga dan membuat kotoran telinga masuk lebih dalam.

Sebenarnya, telinga punya cara alami untuk membersihkan kotorannya sendiri. Tapi jika kotoran telinga menumpuk dan membuat telinga Anda terasa tidak nyaman atau pendengaran Anda jadi terganggu, sebaiknya kunjungi dokter THT untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan telinga dengan cara yang aman.

2. Jauhkan telinga dari suara yang terlalu keras

Jika Anda gemar mendengarkan musik menggunakan earphone, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan Jangan menggunakan earphone atau headphone selama 1 jam secara terus menerus. Beri waktu pada telinga untuk beristirahat sekitar 5 menit sebelum mendengarkan musik kembali.

Selain itu, jaga volume suaranya. Hindari mendengarkan musik yang keras dalam jangka waktu lama, karena bisa merusak telinga.

Jika Anda bekerja di lingkungan yang bising, seperti di pabrik atau konstruksi bangunan, maka Anda dianjurkan untuk menggunakan earplug atau sumbat telinga agar terhindar dari gangguan pendengaran.

3. Hindari penggunaan ear candle

Salah satu metode alternatif yang cukup populer di masyarakat untuk membersihkan telinga adalah terapi ear candle.

Namun faktanya, banyak dokter yang tidak menyarankan penggunaan ear candle, karena metode ini tidak terbukti efektif untuk membersihkan telinga dan tidak jelas apa manfaatnya untuk kesehatan telinga.

Bukannya bermanfaat, penggunaan ear candle juga cenderung berbahaya karena bisa menyebabkan cedera pada telinga, seperti terbakar dan tersumbatnya saluran telinga.

4. Menjaga telinga agar tetap kering

Kondisi telinga yang sering basah atau terlalu lembap memungkinkan bakteri dan jamur berkembang biak di dalam telinga. Hal ini akan memicu iritasi dan infeksi pada telinga.

Bila Anda hobi berenang, sebaiknya gunakan penyumbat telinga untuk mencegah air masuk ke dalam telinga. Jika Anda merasa ada air yang masuk ke dalam telinga saat mandi hingga membuat pendengaran menjadi tidak jelas, segera miringkan kepala untuk mengalirkan air keluar.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu mengeringkan telinga dengan handuk yang bersih dan kering setiap selesai berenang atau mandi.

5. Melakukan pemeriksaan telinga secara rutin

Pemeriksaan telinga ke dokter THT secara rutin juga penting dilakukan untuk menjaga kesehatan telinga dan mendeteksi bila ada gangguan pada telinga. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan telinga dan fungsi pendengaran Anda dengan melakukan pemeriksaan fisik pada telinga serta tes pendengaran.

Melalui pemeriksaan secara rutin ke dokter, tanda atau gejala penyakit telinga dapat terdeteksi sejak dini dan tindakan penanganan bisa segera dilakukan.

Jika Anda menyayangi pendengaran Anda, jagalah senantiasa kesehatan telinga dengan baik melalui cara-cara di atas. Jika tidak terdapat keluhan pada telinga atau pendengaran, Anda dapat memeriksakan kesehatan telinga ke dokter THT setiap 3-5 tahun.

Namun jika terdapat keluhan pada telinga, seperti nyeri telinga, keluar cairan atau darah dari telinga, atau pendengaran mendadak terganggu, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter THT agar dapat segera diberikan pengobatan.

Demam Berdarah atau Tifus?

dbd-tifus

Gejala penyakit demam berdarahatau DBD dan tifus memiliki beberapa kesamaan. Kedua penyakit ini ditandai dengan demam yang cukup tinggi sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Jika salah mengetahui jenis penyakit yang diderita bisa mengakibatkan kesalahan penanganan pada penderita, bahkan dapat menyebabkan kematian. Apa saja perbedaan antara penyakit demam berdarah dan tifus?


Penyebab

  • Demam Berdarah

    Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue, itulah sebabnya penyakit ini disebut juga dengan Demam Berdarah Dengue yang disingkat menjadi DBD. Ada 4 jenis virus Demam Berdarah, itulah sebabnya pada beberapa kasus penderita demam berdarah yang satu menunjukkan gejala yang berbeda dengan penderita Demam berdarah lainnya. Penyakit ini menular dari satu penderita ke penderita lainnya melalui nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini biasa menggigit pada siang hari. Nyamuk yang mengisap darah dari penderita DBD kemudian menggigit orang lain yang sehat membuat virus yang ada berpindah ke orang yang sehat dan akan menyebabkan orang tersebut menderita Demam Berdarah.
  • Tifus

    Tifus disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella typhi. Bakteri ini ada pada berkembang cepat pada tempat-tempat yang kotor. Penyebaran bakteri ini dibantu oleh serangga-serangga pembawa bakteri seperti lalat atau serangga lainnya. Bakteri ini bisa ada pada makanan atau minuman dan akan masuk ke tubuh orang yang mengkonsumsinya. Itulah penyebab seseorang bisa terkena tifus.

Bagian yang Diserang

  • Demam Berdarah

    Virus demam berdarah menyebabkan terjadinya pendarahan pada organ tubuh penderitanya. Bintik merah yang biasa muncul pada penderita menunjukkan adanya pendarahan dalam tubuhnya. Jika sudah parah, pendarahan dapat terjadi pada organ-organ penting yang dapat menyebabkan kematian.
  • Tifus

    Bakteri tifus menyerang usus sehingga menyebabkan luka pada usus. Selanjutnya akan menyerang hati, limpa dan kantung empedu.

Gejala

  • Demam Berdarah

    Pada penderita demam berdarah, gejala-gejala yang biasa ditemui adalah:
    • Panas tinggi, umumnya > 38 derajat Celcius.
    • Badan pegal-pegal atau nyeri otot, sakit kepala, menggigil, buang-buang air atau muntah.
    • Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar. Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat Anda hendak memeriksa tekanan darah. Setelah tahap ini, biasanya bintik merah akan terlihat.
    • Setelah hari ketiga, biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati agar tidak menganggap sudah sembuh dan tidak menjaga kesehatannya.
  • Tifus

    Pada penderita tifus, gejalanya adalah sebagai berikut:
    • Awalnya, demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu akan terus meningkat bertahap sampai > 38 derajat Celcius.
    • Khususnya pada malam hari, suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari. Inilah yang membedakan demam tifus dengan demam pada demam berdarah.
    • Nyeri perut dan diare.
    • Batuk dan sakit tenggorokan.

Pemeriksaan

Cara paling tepat untuk mengetahui apakah seseorang menderita demam berdarah atau tifus adalah dengan melakukan pemeriksaan. Berkonsultasi dengan dokter dan biasanya untuk memastikan, dokter akan meminta untuk melakukan pemeriksaan darah. Dengan mengambil darah penderita bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita.

  • Demam Berdarah

    Pada pasien demam berdarah, pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa jumlah trombosit. Jika trombosit menurun, biasanya < 100.000/ul, seseorang akan didiagnosis mengalami demam berdarah. Tetapi, jika demam baru satu hari belum bisa diketahui karena jumlah trombosit yang masih normal. Pada kasus seperti ini, Anda dapat berkunjung kembali ke dokter untuk memeriksa jumlah trombosit jika masih mengalami demam. Pada pemeriksaan yang lebih canggih, dapat diketahui apakah darah mengandung virus dengue atau tidak. Jadi, jika jumlah trombosit masih normal tetapi pada darah positif mengandung virus dengue berarti Anda mengalami demam berdarah.
  • Tifus

    Untuk mengetahui apakah Anda mengalami tifus atau tidak, maka akan dilakukan tes Widal. Yang diperiksa pada tes ini adalah apakah pada darah mengandung antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi. Jika hasil menunjukkan > 1/160 berarti Anda menderita tifus. Pemeriksaan lain dapat dilakukan dengan memeriksa tinja penderita karena pada tinja penderita tifus mengandung bakteri Salmonella typhi.

Pengobatan

  • Demam Berdarah

    Tidak ada obat khusus untuk mengobati penderita demam berdarah karena tidak ada vaksin untuk membunuh virus dengue. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi. Jika penderita tidak dapat makan dengan baik, mengalami diare atau muntah, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar dapat dibantu dengan infus sehingga daya tahan penderita lebih kuat. Pada penderita demam berdarah tidak ada pantangan makanan.
  • Tifus

    Untuk pengobatan tifus, biasanya akan diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Untuk menyembuhkan usus yang luka, makanan yang dimakan tidak boleh keras agar tidak memaksa kerja usus yang sedang sakit. Nasi tim atau bubur menjadi makanan yang dikonsumsi penderita. Hindari juga makanan yang asam dan pedas.

Cara Pencegahan

  • Demam Berdarah

    Seperti yang sering didengungkan, untuk mencegah, khususnya mecegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang merupakan sarana penularan demam berdarah adalah dengan melakukan gerakan 3 M. Yang dimaksud gerakan 3 M adalah Menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.
  • Tifus

    Sedangkan untuk mencegah tifus adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih sehingga bakteri tifus tidak dapat berkembang biak. Pilihlah makanan dan minuman yang bersih untuk dikonsumsi.

Selain itu, penting menjaga kondisi tubuh tetap fit. Dengan daya tahan tubuh yang kuat mencegah penyakit demam berdarahatau DBD dan tifus menimpa kita.

Page 1 of 5